Ibu Hamil Ditolak 4 RS di Papua, Presiden Prabowo Minta Perbaikan Rumah Sakit
Jatimku.com - Jayapura. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan audit menyeluruh rumah sakit di Papua setelah seorang ibu hamil meninggal dunia usai ditolak empat rumah sakit. Perintah ini disampaikan melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk memastikan perbaikan layanan kesehatan di provinsi tersebut.
Baca juga : Tes Cepat TBC Hadir di Puskesmas: Solusi Praktis Deteksi Dini Tuberkulosis
Usai rapat terbatas, Mendagri Tito Karnavian menyatakan bahwa pihaknya telah meminta Gubernur Papua Mathius Derek Fakhiri untuk mengunjungi keluarga korban dan memberikan bantuan langsung. Tito menekankan bahwa audit ini akan melibatkan seluruh rumah sakit, termasuk rumah sakit swasta, serta pejabat di Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten.
"Perintah Beliau untuk segera lakukan perbaikan audit. Melakukan audit internal masalahnya di mana. Dikumpulkan rumah sakit-rumah sakit itu, termasuk juga pejabat-pejabat yang di Dinas Kesehatan dan lain-lain, baik provinsi, kabupaten dan yang (rumah sakit) swasta," ujar Tito.
Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bersama tim dari Kemendagri sudah berada di Jayapura untuk melakukan audit teknis rumah sakit. Audit ini mencakup pemeriksaan fasilitas, tata kelola, sumber daya manusia (SDM), hingga aturan perundangan, termasuk Peraturan Bupati dan Peraturan Gubernur yang berlaku di rumah sakit daerah maupun provinsi.
Baca juga : Target 2026, Indonesia Stop Impor Gula Pasir: Menuju Swasembada Gula Konsumsi
Direktur RSUD Yowari di Kabupaten Jayapura, drg. Maryen Braweri, menegaskan pihaknya telah menangani pasien sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Pihak rumah sakit juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua untuk investigasi kasus tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian publik dan menjadi momentum penting untuk memperkuat layanan kesehatan di Papua, khususnya terkait pelayanan ibu hamil. Pemerintah menekankan audit total layanan rumah sakit sebagai langkah awal agar kasus serupa tidak terulang.