Hari Jurnalis Internasional 19 November: Sejarah, Makna, dan Penghormatan untuk Insan Pers
Jatimku.com – Setiap tanggal 19 November, dunia memperingati Hari Jurnalis Internasional (International Journalists’ Day) sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi para jurnalis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.
Baca juga : Memperingati Hari Aksi Kemanusiaan Sedunia 19 Oktober: Wujud Nyata Kepedulian bagi Sesama
Peringatan ini bukan hanya sebagai ajang apresiasi bagi insan pers, tetapi juga sebagai pengingat akan perjuangan dan risiko besar yang dihadapi para jurnalis ketika menjalankan tugas di lapangan, terutama di wilayah konflik dan daerah rawan bencana.
Menurut laman National Today, praktik jurnalisme sudah ada sejak masa Dinasti Han di Tiongkok (206 SM - 220 M) melalui penerbitan buletin berita rutin. Namun, banyak sejarawan meyakini bahwa awal mula jurnalisme modern dimulai dari Acta Diurna, papan pengumuman publik pada zaman Romawi Kuno (100 - 44 SM), yang mencatat berbagai peristiwa penting dan digantung di ruang publik.
Secara resmi, Hari Jurnalis Internasional pertama kali ditetapkan pada tahun 2002, untuk mengenang para jurnalis yang gugur atau terluka dalam tugas. Pada 2010, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ikut mendukung peringatan ini, dengan menegaskan pentingnya keselamatan dan kebebasan jurnalis di seluruh dunia.
Baca juga : Dua Ruang Rahasia Ditemukan di Piramida Giza, Ungkap Misteri Makam Raja Menkaure
Berdasarkan data Committee to Protect Journalists (CPJ), sejak tahun 1994 hingga April 2024 tercatat sedikitnya 1.471 jurnalis tewas dalam menjalankan tugas. Sementara laporan Reporters Without Borders (RSF) menyebutkan 1.705 jurnalis dan pekerja media dari 94 negara kehilangan nyawa di periode yang sama.
Peringatan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa kebebasan pers adalah pilar demokrasi dan setiap jurnalis berhak atas perlindungan dalam menjalankan tugasnya.
Masyarakat dapat memperingati Hari Jurnalis Internasional dengan mendukung organisasi pers, berbagi kisah perjuangan jurnalis, dan menghargai kerja media dalam menjaga kebenaran.
