Strawberry Moon 2025: Fenomena Langit Langka Siap Hiasi Langit Indonesia 11 Juni
Jatimku.com – Langit Indonesia kembali akan dihiasi oleh fenomena langit langka: Strawberry Moon. Bulan purnama yang muncul setiap bulan Juni ini diperkirakan mencapai puncak iluminasi pada 11 Juni 2025 pukul 14.44 WIB. Meski begitu, waktu terbaik untuk menyaksikannya adalah pada 10 Juni saat senja, ketika bulan baru saja terbit di ufuk timur.
Baca juga : Fenomena Langit Strawberry Moon Siap Hiasi Langit Indonesia pada 10 - 11Juni 2025
Meski namanya terdengar manis, Strawberry Moon tidak berarti bulan akan berwarna merah muda. Nama ini berasal dari suku Algonquin di Amerika Utara, yang mengaitkan kemunculan bulan purnama bulan Juni dengan musim panen stroberi liar. Di berbagai belahan dunia, fenomena ini juga dikenal dengan nama lain seperti Rose Moon di Eropa atau Blooming Moon dalam budaya suku asli Amerika.
Tahun ini, Strawberry Moon tergolong istimewa karena akan berada di posisi terendahnya dalam hampir dua dekade, akibat fenomena langka bernama major lunar standstill, yang hanya terjadi setiap 18,6 tahun. Selain itu, akan terjadi okultasi Antares, di mana bintang terang Antares akan tampak tertutup oleh bulan – sebuah pemandangan yang sangat jarang terjadi.
Baca juga : 📰 Tiga Astronot China Pulang Setelah 6 Bulan di Luar Angkasa, Cetak Rekor Baru
Untuk pengalaman terbaik, para pengamat langit disarankan mencari lokasi bebas polusi cahaya seperti pedesaan, perbukitan, atau dataran tinggi. Bulan akan tampak lebih besar dan berwarna kemerahan saat terbit – efek dari hamburan cahaya melalui atmosfer bumi.
Tak hanya cantik, Strawberry Moon juga sarat makna. Dalam berbagai budaya, bulan ini dipercaya sebagai simbol kesuburan, keberuntungan, dan pembaruan hidup. Bahkan, momen ini sering dipilih sebagai waktu untuk mengadakan pernikahan atau ritual penyembuhan spiritual.
Jadi, jangan lewatkan kesempatan langka ini. Tandai kalender Anda dan siapkan kamera – karena langit akan kembali menampilkan pertunjukan alam yang penuh keajaiban.
.jpeg)