Sosialisasi Penyakit Hewan Menular oleh DISNAKESWAN MALKAB di Kantor Desa Sumberkradenan-Pakis

Table of Contents
Jatimku-Malang, Acara "Sosialisasi Penyakit Hewan Menular" yang bertempat di KADES Sumberkradenan, tepatnya di Jl. Desa, Bonangan, Sumberkradenan, Kec. Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65154. MC langsung dibawakan oleh SEKDES Sumberkradenan "Pak Mukhlis (Kamis, 05/11/2026).

Acara dibuka dengan do'a, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sambutan. Sambutan pertama oleh koordinator penyuluh area Pakis "Pak Sigit" Saya mewakili pihak kecamatan mengucapkan terimakasih banyak atas kehadiran Bapak/Ibu pelaku "peternak" di Sumberkradenan. Semoga kegiatan hari ini dapat memberikan manfaat seluas-luasnya.
PLT KADES Sumberkradenan "Pak Hari" memberikan sambutan kedua:
"Penyakit hewan menular wajib diwaspadai, karena akan berdampak pada pemilik ternak (keluarga), tetapi juga menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat".

"Belakangan ini kita sering mendengar atau melihat adanya ancaman berbagai penyakit hewan menular yang dapat merugikan peternak secara besar-besaran bahkan beberapa diantaranya dapat menular kepada manusia. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi hari ini sangat penting. Saya berharap melalui acara ini, kita semua bisa memahami ciri-ciri dan gejala dini, jika hewan ternak terpapar penyakit".
drh. Fitri menjelaskan tentang PMK "Penyakit Mulut dan Kuku (Pada Hewan)". PMK adalah penyakit hewan menular yang disebabkan oleh virus (Foot and Mouth Disease/FMD) dari famili Picornaviridae.

Hewan yang diserang: Hewan berkuku belah/genap seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi. Gejala: Demam tinggi, keluar air liur berlebihan (ngiler), muncul lepuh atau luka di sekitar mulut, lidah, gusi, serta kuku yang bisa lepas sehingga hewan pincang.
drh. Dian menjelaskan tentang tips mengatasi PMK. Berikut beberapa langkah yang harus diambil:
1. JAGA SAPI TETAP BISA MAKAN AGAR KONDISI TETAP KUAT:
- BAHAN
- 2 LITER AIR HANGAT
- 7 BUAH JERUK NIPIS,
2. 20 GRAM CITRUS POWDER (BUBUK SARI JERUK)
3. SEMUA BAHAN DICAMPUR DAN DIADUK,
3. MASUKKAN KE TABUNG SEMPROTAN,
4. SELANJUTNYA DISEMPROTKAN HALUS (SPRAYING) KE HIDUNG DAN MULUT SAPI
5. 5 KALI SEHARI DENGAN INTERVAL SAMA.

Imbuh drh. Dian akan tips pengobatan hewan ternak yang kembung, yaitu:
1. Antibloat
Cara tradisional (minyak nabati, 1/2 - 1 gelas), di cekok 200 cc sprite/soda
- Usaha ternak berdiri dengan kaki depan lebih tinggi
- Perut sebelah kiri diberi balsem/miny kayu putih, dan perut di urut
2. Gas fermentasi yang berlebihan harus keluar
Alhamdulillah acara "Sosialisasi Penyakit Hewan Menular" berjalan hikmat, dan ditutup dengan diskusi "tanya jawab", foto bersama, serta ramah tamah. (AW)