ADVOKESMA BEM FISIP UB dan LAZISKHU Ajak Mahasiswa Bangun Kebiasaan Sedekah Lewat TABAROK
Table of Contents
Jatimku.com-Malang, Jum’at, 9 Oktober 2026 – Beasiswa Asa Jingga (BANGGA) yang diinisiasi oleh Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (ADVOKESMA) BEM FISIP Universitas Brawijaya menjalin kolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Khoiru Ummah (LAZISKHU) melalui program TABAROK.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas gerakan kepedulian sosial di lingkungan FISIP UB. Dalam pelaksanaannya, ADVOKESMA BEM FISIP UB melakukan kegiatan penggalangan dana dengan berkeliling fakultas untuk mengajak warga FISIP berpartisipasi dalam kegiatan berbagi. Pada kegiatan tersebut, ADVOKESMA BEM FISIP UB turut membawa kaleng TABAROK sebagai sarana untuk memperkenalkan program sedekah kepada mahasiswa dan warga fakultas.
TABAROK merupakan program celengan sedekah yang diperkenalkan oleh LAZISKHU untuk membantu membangun kebiasaan bersedekah secara konsisten. Melalui program ini, masyarakat diajak membiasakan diri menyisihkan sebagian rezeki tanpa harus terpaku pada nominal tertentu.
Dalam penjelasan yang disampaikan melalui akun Instagram resmi @laziskhu, TABAROK mengangkat kebiasaan Sedekah Subuh sebagai salah satu cara untuk menumbuhkan konsistensi dalam berbagi. Program ini juga memberikan fleksibilitas bagi peserta untuk bersedekah sesuai kemampuan, termasuk melalui nominal kecil seperti Rp1.000 atau Rp2.000.
Selain mendorong kebiasaan bersedekah, Tabarok dirancang untuk menghimpun dana yang selanjutnya disalurkan bagi anak yatim, kaum dhuafa, serta berbagai program LAZISKHU lainnya. Dengan demikian, kebiasaan berbagi yang dilakukan secara bertahap diharapkan dapat berkontribusi terhadap kegiatan sosial yang lebih luas.
Kehadiran TABAROK dalam kegiatan penggalangan dana ADVOKESMA BEM FISIP UB juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan praktik sedekah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mahasiswa. Melalui kaleng Tabarok yang dibawa saat berkeliling fakultas, mahasiswa dan warga FISIP dapat mengenal salah satu bentuk partisipasi sosial yang dapat dimulai dari nominal sederhana.
Sementara itu, Beasiswa Asa Jingga (BANGGA) merupakan program yang berfokus pada dukungan pendidikan bagi mahasiswa FISIP UB. Melalui semangat “Dari FISIP, Untuk FISIP”, BANGGA berupaya menghadirkan kesempatan bagi mahasiswa untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan mewujudkan cita-cita.
Kolaborasi bersama LAZISKHU melalui TABAROK memperluas ruang keterlibatan BANGGA dalam kegiatan sosial, khususnya melalui penggalangan dana dan pengenalan kebiasaan berbagi di lingkungan fakultas. Sinergi ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian serta memperkuat semangat gotong royong di kalangan mahasiswa.
Melalui kolaborasi ini, BANGGA dan LAZISKHU berupaya mendorong agar semangat berbagi tidak hanya hadir dalam kegiatan tertentu, tetapi juga dapat tumbuh menjadi kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan. (AW)