Buruh Pabrik di Sidoarjo Diduga Cabuli 12 Anak, Polisi Sebut Pelaku Terpengaruh Konten Porno
SIDOARJO, JATIMKU.COM – Seorang buruh pabrik berinisial AF (26), warga Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, ditangkap polisi atas dugaan pencabulan terhadap 12 anak laki-laki di bawah umur. Para korban diketahui merupakan anak-anak yang tinggal di sekitar rumah pelaku.
Kasus ini terungkap setelah salah satu korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang tua. Mendapatkan informasi tersebut, orang tua korban kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Kasat Res PPA dan TPPO Polresta Sidoarjo, Kompol Rohmawati Lailah, mengatakan polisi langsung melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah korban setelah menerima laporan.
Dari hasil pengembangan penyelidikan, polisi menemukan bahwa jumlah korban diduga mencapai 12 anak.
“Korban sodomi ini ada 12 korban yang semuanya bocah laki-laki di bawah umur,” kata Rohmawati kepada detikJatim, Rabu (4/11/2026).
Aksi Diduga Dilakukan di Rumah dan Kamar Mandi Musala
Rohmawati menjelaskan, dugaan pencabulan tersebut dilakukan pelaku di beberapa lokasi. Para korban diduga bersedia diajak pelaku karena sudah saling mengenal.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tindakan tersebut diduga berlangsung di rumah pelaku dan kamar mandi musala yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya.
“Dari hasil pemeriksaan, aksinya dilakukan di rumah pelaku dan juga di kamar mandi musala dekat tempat tinggalnya,” ungkap Rohmawati.
Kedekatan antara pelaku dan para korban diduga menjadi salah satu faktor yang membuat anak-anak tersebut mau mengikuti ajakan pelaku.
Polisi Dalami Pengakuan Pelaku Terkait Video Porno
Dalam pemeriksaan, polisi menyebut kebiasaan menonton film porno diduga menjadi salah satu pemicu tindakan pelaku.
Rohmawati mengatakan AF mengaku telah terbiasa menonton konten pornografi sejak masih duduk di bangku SMP.
“Dia nekat melakukan sodomi tersebut termotivasi, sering nonton film porno sejak SMP,” tandas Rohmawati.
Meski demikian, polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendalami seluruh fakta dalam kasus tersebut.
Kasus ini menjadi peringatan penting bagi orang tua untuk meningkatkan pengawasan dan membangun komunikasi dengan anak. Anak juga perlu diberikan pemahaman mengenai batasan tubuh, perilaku tidak pantas, serta keberanian untuk bercerita kepada orang dewasa tepercaya apabila mengalami tindakan yang membuat mereka tidak nyaman.
Sumber: detikJatim.
