Pengurus OSIS SMKN 9 Kota Malang Dikuatkan Kepala YDSF Malang, Bangun Kepemimpinan Berbasis Sinergi dan Prestasi

Table of Contents
"SMKN 9 Kota Malang, 23-24 Oktober 2026" selama dua hari Pengurus OSIS SMKN 9 Kota Malang periode 2026–2027 mendapatkan penguatan kepemimpinan melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bersama Kepala Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) YDSF Cabang Malang, M. Fandi Bakhtiar, S.Pd. Kegiatan ini mengangkat tema “Set Up Your Goals: Sadar Diri, Sadar Peran, Sadar Berkontribusi untuk Prestasi” untuk mendorong lahirnya pemimpin muda yang mampu mengenali potensi diri, menjalankan amanah, serta memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya diajak memahami konsep kepemimpinan, tetapi juga mengikuti aktivitas interaktif yang menghubungkan pengetahuan dengan praktik. Pendekatan ini diharapkan membantu para pengurus OSIS memahami bahwa kepemimpinan tidak berhenti pada jabatan dan program kerja, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama.

M.Fandi Bakhtiar yang juga merupakan "Spiritual Leadership Trainer" menyampaikan materi dalam dua sesi utama, yakni "Set Up Your Goals" dan "Synergy Building". Kedua sesi tersebut dirancang untuk memperkuat kesadaran individu sekaligus kemampuan berkolaborasi sebagai satu tim.

Pada sesi pertama, "Set Up Your Goals", peserta diajak memahami pentingnya menetapkan tujuan yang jelas sebelum memulai sebuah tindakan. Proses tersebut dimulai dengan mengenali diri sendiri, termasuk kelebihan, potensi, serta aspek yang masih perlu dikembangkan.

Kesadaran diri menjadi fondasi penting bagi seorang pemimpin muda. Dengan memahami kekuatan dan keterbatasannya, seorang pengurus OSIS diharapkan mampu menentukan kontribusi yang sesuai sekaligus terbuka untuk terus belajar dan berkembang.

Materi kemudian diarahkan pada tiga hal utama, yakni sadar diri, sadar peran, dan sadar berkontribusi. Sadar diri berarti mengenali potensi yang dimiliki. Sadar peran berarti memahami tanggung jawab sebagai pengurus organisasi. Sementara itu, sadar berkontribusi berarti menggunakan potensi dan tanggung jawab tersebut untuk menghasilkan manfaat bagi orang lain.
Dalam konteks organisasi siswa, keberhasilan tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan. Lebih dari itu, program OSIS perlu menghadirkan perubahan positif dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan oleh warga sekolah.

Karena itu, penetapan tujuan perlu diikuti strategi yang tepat, pembagian tanggung jawab, pelaksanaan yang konsisten, serta evaluasi untuk memastikan setiap program berjalan sesuai sasaran.

Memasuki sesi kedua, "Synergy Building", suasana pelatihan dikemas lebih dinamis melalui permainan edukatif. Salah satunya adalah permainan mendirikan telur, yang dirancang untuk melatih kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan keberanian mencoba berbagai alternatif solusi.

Dalam permainan ini, peserta dihadapkan pada tantangan yang membutuhkan pemikiran kreatif dan strategi. Mereka perlu berdiskusi, mempertimbangkan ide, serta menentukan langkah yang paling memungkinkan untuk menyelesaikan tantangan tersebut.

Permainan ini memberikan gambaran bahwa dalam menjalankan organisasi, seorang pemimpin akan menghadapi beragam persoalan. Tantangan tersebut tidak selalu dapat diselesaikan dengan cara yang sama, sehingga diperlukan keterbukaan terhadap ide baru dan kemauan untuk memperbaiki strategi ketika menghadapi kegagalan.

Kemampuan "problem solver" menjadi bekal penting bagi pengurus OSIS, terutama ketika harus menyusun dan menjalankan program kerja dengan berbagai keterbatasan. Alih-alih berhenti pada persoalan, mereka didorong untuk mencari jalan keluar dan mengubah tantangan menjadi peluang untuk belajar.

Selain itu, permainan ini mengajak peserta memahami bahwa gagasan terbaik tidak selalu datang dari satu orang. Diskusi dan pertukaran ide dapat membuka alternatif penyelesaian yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Selain mendirikan telur, peserta juga mengikuti permainan orkestra yang menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi dalam mencapai tujuan bersama.
Seperti sebuah orkestra yang menghasilkan harmoni dari berbagai alat musik, sebuah organisasi membutuhkan anggota dengan kemampuan dan peran yang beragam. Setiap anggota perlu memahami kontribusinya, mendengarkan anggota lain, dan menyelaraskan tindakan agar tim dapat bergerak dalam satu arah.

Pesan tersebut menjadi relevan bagi kepengurusan OSIS yang terdiri atas berbagai bidang dan individu dengan karakter berbeda. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan potensi yang dapat disatukan untuk memperkuat organisasi.

Sinergi menuntut komunikasi yang jelas, pembagian peran yang tepat, saling percaya, dan tanggung jawab terhadap kesepakatan bersama. Tanpa koordinasi, anggota yang memiliki kemampuan baik sekalipun belum tentu mampu menghasilkan kinerja tim yang optimal.

Melalui permainan orkestra, peserta diajak merasakan bahwa keberhasilan bersama bergantung pada kesediaan setiap anggota untuk menjalankan peran dan menghargai kontribusi orang lain. Ketika seluruh anggota mampu menyelaraskan langkah, tujuan yang sulit dicapai secara individu menjadi lebih mungkin diwujudkan melalui kerja sama.

Rangkaian materi dan permainan dalam kegiatan LDK ini menegaskan bahwa kepemimpinan muda membutuhkan keseimbangan antara kesadaran diri, tanggung jawab, kemampuan memecahkan masalah, dan keterampilan membangun sinergi.

Pengurus OSIS tidak cukup hanya memiliki ide dan semangat. Mereka perlu menerjemahkan gagasan menjadi rencana yang terukur, menjalankannya secara konsisten, serta mengevaluasi hasilnya bersama tim.

Melalui penguatan kepemimpinan ini, Pengurus OSIS SMKN 9 Kota Malang periode 2026–2027 diharapkan mampu membangun organisasi yang lebih solid, produktif, dan berorientasi pada prestasi. Mereka juga diharapkan menjadi teladan bagi siswa lain melalui sikap disiplin, tanggung jawab, kepedulian, dan kemauan untuk terus belajar.

Pada akhirnya, keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya ditentukan oleh posisi yang ditempati, tetapi juga oleh manfaat yang dihadirkan selama menjalankan amanah.

"Sadar diri untuk mengenali potensi, sadar peran untuk menunaikan tanggung jawab, dan sadar berkontribusi untuk menghadirkan prestasi". Semangat inilah yang diharapkan tumbuh dalam diri setiap pengurus OSIS SMKN 9 Kota Malang, sehingga organisasi siswa tidak sekadar menjalankan program, tetapi juga mampu menciptakan perubahan positif bagi sekolah.

Agenda kegiatan diakhiri dengan pembacaan "Deklarasi Pengurus OSIS SMKN 9 Kota Malang Periode 2026–2027" yang dipandu oleh Wakil Ketua OSIS. Pembacaan deklarasi tersebut menjadi simbol komitmen bersama para pengurus untuk menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, membangun kekompakan, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sekolah.

Melalui kegiatan LDK ini, para pengurus OSIS diharapkan tidak hanya mampu menyusun target dan merancang program kerja, tetapi juga menguatkan karakter kepemimpinan, menumbuhkan semangat kolaborasi, dan menghadirkan prestasi melalui kerja nyata. Semangat yang dibangun terangkum dalam pesan: sadar diri, sadar peran, dan sadar berkontribusi untuk prestasi. (AW)