AMCF Salurkan 200 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kabupaten Malang
Table of Contents
Jatimku.com, Malang, 5 Oktober 2026 — Krisis air bersih akibat kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Malang masih membutuhkan perhatian dan kolaborasi berbagai pihak. Hingga 3 Oktober 2026, Yayasan Muslim Asia AMCF melalui Pusat Kemanusiaan AMCF Jawa Timur telah menyalurkan 200.000 liter air bersih bagi masyarakat terdampak di wilayah Kabupaten Malang, khususnya di Desa Patukrejo, Kecamatan Pagak, dan Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare.
Berdasarkan catatan distribusi Tim AMCF, bantuan tersebut telah memberikan manfaat secara akumulatif kepada lebih dari 2.100 kepala keluarga (KK) atau tidak kurang dari 5.000 jiwa melalui berbagai titik distribusi air bersih di dua wilayah tersebut.
Administrator Pusat Kemanusiaan AMCF Jawa Timur, Juta Ajrullah, mengatakan distribusi air bersih merupakan bagian dari respons kemanusiaan AMCF Jawa Timur untuk membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar air selama musim kemarau. “Program distribusi air bersih ini kami laksanakan sebagai ikhtiar AMCF Jawa Timur untuk meringankan kesulitan warga masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan. Dalam pelaksanaannya, kami senantiasa berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Malang serta aparatur pemerintah desa setempat agar distribusi air bersih dapat tepat sasaran dan dimanfaatkan dengan baik oleh warga desa,” ujar pria berkacamata tersebut.
Menurut Juta, koordinasi dengan unsur pemerintah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan distribusi, terutama untuk menentukan titik-titik kebutuhan dan memastikan bantuan dapat diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Distribusi air bersih AMCF tersebut berlangsung di tengah meluasnya dampak kekeringan di Kabupaten Malang. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyebut terdapat tambahan desa yang terdampak krisis air bersih. “Untuk desa yang menjadi tambahan adalah Tulungrejo. Akhir September lalu mengajukan dropping air bersih,” ujar Sadono Irawan.
Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Malang, Desa Tulungrejo berada di Kecamatan Donomulyo, menjadi tambahan dalam daftar wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap distribusi air masih berlanjut meskipun memasuki awal Oktober. Sementara itu, sejumlah wilayah lain tercatat menghadapi dampak yang lebih berat. Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, menjadi salah satu wilayah dengan kebutuhan distribusi terbesar, dengan total dropping air mencapai 866.650 liter untuk 3.055 jiwa. Data tersebut menggambarkan besarnya kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Malang yang terdampak kemarau.
Secara keseluruhan, BPBD Kabupaten Malang melaporkan distribusi air bersih selama masa penanganan kekeringan telah mencapai sekitar 3,4 juta liter. Distribusi berlangsung sejak awal Agustus 2026 dan melibatkan armada dari berbagai unsur, mulai dari BPBD, PMI, Damkar, Perum Jasa Tirta (PJT) I, AMCF Jawa Timur hingga Perumda Tirta Kanjuruhan.
Bagi AMCF Jawa Timur, distribusi air bersih menjadi bentuk nyata kepedulian kemanusiaan terhadap masyarakat yang menghadapi keterbatasan sumber air. Bantuan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, tetapi juga dilaksanakan melalui koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah daerah serta aparatur desa agar respons kemanusiaan dapat berjalan efektif di lapangan.
Pusat Kemanusiaan AMCF Jawa Timur merupakan bagian dari Yayasan Muslim Asia AMCF, organisasi sosial yang bergerak di bidang sosial, kemanusiaan, dan kebencanaan yang berpusat di Jakarta. (AW)