Viral Menu MBG di Banyuwangi, Tahu Goreng Diduga Berbelatung

Table of Contents

 



BANYUWANGI, JATIMKU.COM – Video yang memperlihatkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga mengandung belatung di Banyuwangi viral di media sosial. Video tersebut menuai beragam reaksi warganet yang mempertanyakan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.

Dalam video yang beredar, seseorang yang diduga wali murid memperlihatkan belatung yang menempel pada tahu goreng. Temuan tersebut disertai komentar bernada protes terhadap menu MBG yang diterima.

"MBG-ne iki enek apane? Ngene ki kelendi? Ngene iki jenenge MBG, mangan bergizi ta**," demikian narasi yang terdengar dalam video tersebut.

Informasi yang dihimpun detikJatim menyebutkan, menu MBG itu diduga didistribusikan ke salah satu Madrasah Ibtidaiyah (MI) di wilayah Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi.

Pengelola SPPG Sebut Proses Pengolahan Sesuai SOP

Menanggapi video yang beredar, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gendoh, Agis Danistha, menyatakan bahwa proses pengolahan bahan pangan untuk MBG telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Menurut Agis, tahu putih yang menjadi menu lauk pada hari tersebut digoreng dan dibumbui sendiri oleh petugas dapur. Proses memasaknya, kata dia, juga telah mengikuti ketentuan suhu yang ditetapkan.

"Proses produksi sudah sesuai SOP. Tahu putih digoreng dan dibumbui sendiri. Suhu memasaknya juga sudah sesuai SOP. Seharusnya belatung itu mati karena digoreng dengan suhu panas," ujar Agis, Jumat (9/10/2026).

Agis membenarkan bahwa tahu memang menjadi salah satu menu MBG yang didistribusikan pada hari itu. Namun, ia membantah bahwa belatung dalam video tersebut berasal dari makanan yang disiapkan oleh dapurnya.

Ia beralasan, makanan dalam video tidak terlihat berada di wadah ompreng yang digunakan SPPG untuk mendistribusikan MBG.

SPPG Pertanyakan Kondisi Makanan Setelah Dibawa Pulang

Agis menjelaskan, makanan yang disiapkan untuk penerima manfaat telah melalui proses pendinginan sebelum dimasukkan ke dalam wadah ompreng dan disegel.

Ia juga menyebut bahwa berdasarkan ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN), makanan MBG tidak diperbolehkan dibawa pulang. Sementara itu, makanan dalam video disebut berada di wadah milik anak dan berdasarkan keterangan yang diterimanya telah dibawa pulang ke rumah.

"Ditambah lagi saat ini aturan dari BGN tidak diperbolehkan membawa MBG pulang ke rumah. Dan itu (menu MBG) yang diunggah wali murid berada dalam wadah makanan anaknya sendiri dan menurut keterangan beliaunya sudah dibawa pulang ke rumah," tegas Agis.

Meski demikian, penyebab munculnya belatung dalam makanan tersebut belum dapat dipastikan berdasarkan keterangan yang tersedia.

MBG Disalurkan ke 3.065 Penerima Manfaat

Agis menambahkan, pada hari pendistribusian tersebut, layanan MBG dari SPPG Gendoh menjangkau 3.065 penerima manfaat yang tersebar di 27 sekolah.

Menurut keterangannya, laporan mengenai temuan belatung hanya ditemukan dalam satu kasus di satu sekolah. Sementara itu, distribusi makanan ke sekolah lainnya disebut tidak mengalami kendala serupa.

Kasus ini menjadi perhatian setelah videonya menyebar di media sosial. Klarifikasi dari pihak pengelola SPPG telah disampaikan, sedangkan penyebab pasti temuan belatung pada makanan yang viral tersebut belum diketahui.

Dilansir dari detikJatim.