Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla, Siapkan Ekskavator dan 30 Sumur Bor

Table of Contents

 




JAKARTA, JATIMKU.COM – Pemerintah memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pengerahan alat berat untuk memutus kepala api serta rencana pembangunan sekitar 30 sumur bor di titik rawan kebakaran. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemadaman dan mencegah api meluas ke wilayah lain.

Dilansir dari Beritajatim.com, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, strategi penanganan kini difokuskan pada pemutusan jalur utama pergerakan api. Pemerintah berupaya menghentikan penyebaran api agar dampak kebakaran tidak semakin besar.

“Sekarang kita coba memutus kepala apinya. Kepala apinya yang kita putus dengan kecepatan, menggunakan alat berat supaya menghindari mudarat yang lebih besar lagi. Ini akan tambah nanti ada mungkin 4-5 ekskavator lagi untuk menyekat apinya,” ujar Raja Juli, Rabu (14/10/2026).

Ekskavator Dikerahkan untuk Membatasi Penyebaran Api

Pengerahan alat berat menjadi salah satu langkah untuk membuat sekat dan memutus pergerakan api di lokasi terdampak. Pemerintah berencana menambah sekitar empat hingga lima ekskavator guna mendukung proses pengendalian karhutla.

Strategi tersebut diharapkan dapat membantu petugas menghambat penyebaran api, terutama di wilayah dengan kondisi medan yang menyulitkan proses pemadaman.

Pemerintah Rencanakan Pembangunan 30 Sumur Bor

Selain menggunakan alat berat, pemerintah merencanakan pembangunan sekitar 30 sumur bor di sejumlah titik rawan karhutla.

Sumur bor tersebut direncanakan berjarak sekitar 50 meter di sepanjang kepala api. Keberadaan sumber air ini diharapkan dapat memudahkan petugas memperoleh pasokan air selama proses pemadaman berlangsung.

Pemerintah juga terus menjalankan operasi modifikasi cuaca untuk membantu mengurangi risiko kebakaran. Salah satu upayanya dilakukan melalui penyemaian garam ke awan potensial guna meningkatkan kelembapan wilayah.

“Apakah itu dari kabupaten yang ada karhutla atau tidak, tetap kita semai untuk melakukan pelembapan,” tutur Raja Juli.

Waterbombing dan Operasi Gabungan Terus Dilakukan

Upaya pemadaman dari udara melalui helikopter dengan metode waterbombing tetap dilaksanakan dengan menyesuaikan kondisi jarak pandang di lapangan.

Penanganan karhutla juga melibatkan kerja sama pemerintah daerah, TNI, Polri, serta Manggala Agni Kementerian Kehutanan. Tim gabungan terus berupaya mengendalikan titik api meskipun menghadapi medan yang berat.

Sinergi lintas instansi tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan kebakaran dan mengurangi dampaknya terhadap masyarakat serta lingkungan.

Menteri Kehutanan Terbuka terhadap Kritik Masyarakat

Raja Juli Antoni turut menyampaikan empati kepada masyarakat yang terdampak asap karhutla selama tiga bulan terakhir. Ia menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap evaluasi dan kritik masyarakat sebagai bahan perbaikan dalam penanganan kebakaran.

“Kritik itu adalah vitamin, obat untuk memotivasi kami untuk bekerja lebih keras. Kami sangat berempati dan oleh karena itu sekaligus ini memotivasi kami untuk bekerja dengan lebih sungguh-sungguh,” ujarnya.

Pemerintah kini melanjutkan berbagai langkah pengendalian karhutla, mulai dari pemutusan kepala api menggunakan alat berat, penyediaan sumber air, modifikasi cuaca, hingga pemadaman melalui udara. Seluruh upaya tersebut diarahkan untuk menekan penyebaran api dan mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.

Dilansir dari Beritajatim.com.