Lolos dari Maut KM Virgo, Saiful Kehilangan Paman yang Ditemukan Setelah Dua Pekan
BLITAR, JATIMKU.COM – Perjuangan Saiful Anwar (42) untuk selamat dari tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo menyisakan duka mendalam. Saiful berhasil selamat dalam tragedi yang terjadi pada 13 September 2026 tersebut, tetapi pamannya, Jarot Setiawan, meninggal dunia dan baru teridentifikasi setelah lebih dari dua pekan pencarian.
Dilansir dari detikJatim, jenazah Jarot tiba di rumah duka di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Jenazah diantar dari Surabaya menggunakan ambulans dan disambut keluarga serta kerabat yang telah menanti kepastian nasibnya.
Jarot merupakan warga Kabupaten Blitar yang ikut dalam perjalanan ekspedisi bersama Saiful. Keduanya berada di kapal saat kecelakaan terjadi. Saiful berhasil selamat, sedangkan Jarot sempat dinyatakan hilang hingga akhirnya ditemukan dan diidentifikasi melalui pemeriksaan DNA.
Jenazah Jarot Teridentifikasi Lewat Tes DNA
Keluarga Jarot terus mencari informasi sejak KM Virgo Transport 8 tenggelam. Harapan muncul setelah sejumlah jenazah korban ditemukan dan menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
Sebelum hasil pemeriksaan DNA keluar, keluarga telah mengenali sejumlah ciri yang dikenakan Jarot saat kejadian, yakni gelang, kaos, dan sweater. Namun, mereka tetap menunggu kepastian dari proses identifikasi resmi.
"Sudah selesai diidentifikasi kemarin, DNAnya cocok. Dikabari orang di Surabaya. Terus dipulangkan hari ini," kata kakak Jarot, Gatot Sudikdo (55), kepada wartawan di rumah duka.
Gatot mengatakan keluarga tidak pernah berhenti mencari kabar mengenai Jarot sejak kapal tenggelam. Mereka terus mengikuti perkembangan pencarian hingga akhirnya menerima informasi bahwa jenazah Jarot telah teridentifikasi.
"Ya kami terus mencari dan menunggu terus. Sampai dengan dikabari diidentifikasi itu," ujarnya.
Saiful Ceritakan Detik-Detik Menyelamatkan Diri
Saiful menjadi satu-satunya warga Kabupaten Blitar yang selamat dalam tragedi tersebut. Ia dievakuasi oleh KN SAR Laksmana 241 dari TB/MV Mauhaw IX pada Minggu pagi (13/9/2026).
Saat ditemui seusai pemakaman Jarot, Saiful menceritakan detik-detik ketika kapal mulai mengalami keadaan darurat. Ketika itu, ia dan Jarot sedang tidur berdampingan di area yang disediakan bagi para sopir angkutan.
Saiful awalnya tidak mengetahui kondisi kapal hingga terdengar teriakan yang meminta para sopir segera bangun.
"Supir-supir itu dibangunin, 'Bangun! Bangun! Kapal miring! Kapal miring!' gitu. Terus ya saya langsung bangun, saya lihat Pak Lek (paman) itu sudah lari duluan di depan," tutur Saiful.
Setelah terbangun, Saiful berusaha menyelamatkan diri dengan mencari pelampung. Ia kemudian berlari menuju pintu keluar, tetapi akses tersebut sudah tidak dapat digunakan. Kapal yang semakin miring membuat situasi semakin sulit, sementara masih banyak penumpang berada di bagian depan maupun belakang.
"Saya langsung ambil pelampung, lari ke pintu keluar, di situ udah gak bisa keluar. Depan dan belakang juga masih banyak orang. Posisi kapal itu sudah miring, terus saya lompat lewat atap dan bisa keluar," jelasnya.
Setelah berhasil keluar dari kapal, Saiful menggunakan pelampung dan menuju life raft atau rakit penyelamat. Ia berada bersama sejumlah anak buah kapal (ABK) sebelum akhirnya dievakuasi ke Banjarmasin.
"Sebelum dievakuasi itu, ya saya naik life raft. Bareng dengan ABK juga. Terus dievakuasi ke Banjarmasin," katanya.
Saiful tidak mengalami luka serius dalam peristiwa tersebut. Ia kemudian berada di Banjarmasin selama sekitar dua pekan sembari menunggu perkembangan pencarian dan identifikasi korban, termasuk pamannya.
Dua Pekan Menanti Kabar Sang Paman
Selama berada di Banjarmasin, Saiful masih berharap Jarot dapat ditemukan. Keluarga juga terus menunggu kabar, terlebih setelah mengenali sejumlah barang yang dikenakan Jarot saat kejadian.
"2 minggu di sana, ya sambil nunggu informasi. Awalnya mengenali dari gelang, kaos dan sweaternya. Tapi harus nunggu identifikasi DNA dulu, setelah itu dibenarkan dan dibawa pulang ke Blitar," ungkap Saiful.
Ia mengatakan keluarga telah memiliki dugaan kuat mengenai identitas jenazah yang ditemukan. Meski demikian, kepastian baru diperoleh setelah hasil pemeriksaan DNA menyatakan identitas tersebut cocok.
"Awalnya sudah dikenali dengan gelang, kaos dan sweater yang dipakai saat itu. Tapi tetap nunggu identifikasi DNA, jadi harus nunggu dulu," tandasnya.
Setelah identitas Jarot dipastikan, jenazah dipulangkan ke Blitar pada Jumat (2/10/2026). Suasana haru menyelimuti rumah duka ketika keluarga dan kerabat memberikan penghormatan terakhir.
Jarot Dikenal Bertanggung Jawab dan Baik kepada Keluarga
Bagi keluarga, kepergian Jarot meninggalkan duka mendalam. Gatot menyebut Jarot merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara. Dalam kesehariannya, Jarot bekerja sebagai sopir angkutan barang dengan rute Tulungagung-Surabaya.
Perjalanan bersama Saiful kali ini menjadi pengalaman pertama Jarot mengikuti ekspedisi menggunakan kapal untuk perjalanan ke luar pulau.
Saiful menceritakan bahwa pamannya sempat meminta ikut bekerja bersamanya ketika sedang tidak ada pekerjaan. Jarot kemudian ikut dalam perjalanan ekspedisi bersama Saiful hingga tiga kali, tetapi baru kali ini menempuh perjalanan jauh menggunakan kapal.
"Awalnya itu bilang, 'Aku ikut, Lee,' gitu, kalau pas kosong nyupir. Terus, ya gak apa-apa kalau mau ikut ya ikut saya. Sudah tiga kali, tapi yang jauh (naik kapal) baru ini," kata Saiful.
Menurut Saiful, Jarot merupakan sosok yang bertanggung jawab dan baik kepada keluarga.
"Beliau juga supir barang, Tulungagung-Surabaya. Tapi kalau lintas ya baru ini, ikut saya. Orangnya bertanggungjawab dan baik," ujarnya.
Jarot meninggalkan seorang istri dan dua anak. Gatot menyampaikan bahwa anak pertama Jarot telah lulus SMA, sedangkan anak keduanya masih duduk di kelas XIII MTs.
Di tengah duka yang dirasakan keluarga, Gatot menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian hingga pemulangan jenazah Jarot.
"Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang membantu adik kami, Jarot bisa ditemukan," tuturnya.
Jarot menjadi salah satu warga Kabupaten Blitar yang meninggal dunia dalam tragedi KM Virgo Transport 8. Selain Saiful yang berhasil selamat, dua warga Blitar lainnya, Reyner (22) dan Santoso (36), juga ditemukan meninggal dunia. Keduanya telah dimakamkan di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.
