Kemarau Panjang, Waduk Bunder Gresik Kering Kerontang hingga Dipenuhi Bangkai Ikan

Table of Contents

 



GRESIK, JATIMKU.COM – Kemarau panjang menyebabkan sejumlah waduk dan sungai di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengalami penyusutan debit air. Salah satu yang terdampak cukup parah adalah Waduk Bunder, yang kini nyaris mengering dan hanya menyisakan kubangan lumpur kecil.

Dilansir dari detikJatim, berdasarkan pantauan di lokasi, tanah di sekitar waduk yang sebelumnya terendam air kini terlihat retak. Sejumlah tumbuhan di sekitarnya juga mulai mengering akibat minimnya pasokan air.

Padahal, sebelum musim kemarau, kedalaman air di Waduk Bunder bisa mencapai sekitar 5 hingga 8 meter.

Waduk Mengering Sejak Akhir Agustus

Salah seorang warga Banjarsari, Sutono, mengatakan penyusutan air di Waduk Bunder mulai terlihat sejak akhir Agustus 2026. Kondisi semakin parah pada akhir September hingga awal Oktober, ketika sebagian besar area waduk berubah menjadi hamparan tanah kering dan kubangan lumpur.

“Mulai surut itu akhir Agustus, mulai kering itu akhir September sampai saat ini hanya tinggal kubangan lumpur,” kata Sutono, Rabu (21/10/2026).

Kekeringan di Waduk Bunder bukan kali pertama terjadi. Pada musim kemarau panjang 2023, waduk tersebut juga pernah mengalami kondisi serupa.

Penyusutan air yang terjadi saat ini kembali menunjukkan dampak kemarau terhadap ketersediaan air di wilayah Gresik.

Bangkai Ikan Timbulkan Bau Tidak Sedap

Selain kehilangan sebagian besar airnya, kondisi Waduk Bunder juga diperparah dengan banyaknya bangkai ikan yang ditemukan di sekitar waduk. Bangkai tersebut menimbulkan bau tidak sedap di area sekitar.

Saat kondisi air masih mencukupi, waduk biasanya dimanfaatkan warga untuk memancing ikan, terutama ketika hari libur. Aktivitas tersebut menjadi salah satu cara warga mendapatkan lauk untuk kebutuhan sehari-hari.

Namun, mengeringnya waduk membuat aktivitas memancing warga ikut terganggu. Berkurangnya genangan air juga menjadi ancaman bagi ikan yang masih berada di dalam waduk.

Warga Berharap Kemarau Segera Berakhir

Sutono bersama warga Banjarsari berharap musim kemarau segera berakhir agar Waduk Bunder kembali terisi air.

Menurutnya, keberadaan air di waduk tidak hanya penting untuk menjaga ekosistem perairan, tetapi juga mendukung aktivitas warga yang selama ini memanfaatkan ikan sebagai sumber pangan.

“Kalau banyak airnya ikan juga banyak. Biasanya warga memancing untuk lauk pauk ketika tanggal tua,” ucapnya sembari tersenyum.

Kondisi Waduk Bunder yang mengering menjadi gambaran dampak kemarau panjang terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar. Warga kini berharap hujan segera turun agar volume air kembali meningkat dan aktivitas yang bergantung pada waduk dapat berjalan normal.

Dilansir dari detikJatim.