Fakta-fakta Dahsyatnya Ledakan di Pakuwon City yang Dipicu Elpiji
SURABAYA, JATIMKU.COM – Ledakan keras mengguncang kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Selasa (6/10/2026) pagi. Ledakan yang berpusat di Rumah Makan (RM) Nasi Tempong Sri Dewi tersebut menyebabkan sejumlah bangunan dan kendaraan mengalami kerusakan.
Lima orang mengalami luka dalam kejadian itu. Sementara pendataan BPBD Surabaya hingga Selasa siang mencatat 58 bangunan terdampak dan delapan kendaraan rusak. Markdown yang ditempel (1)
Polisi sementara memastikan ledakan tersebut tidak berkaitan dengan bom. Pemeriksaan awal mengarah pada dugaan kebocoran gas LPG, meski penyebab pasti dan rangkaian kejadian masih didalami.
1. Ledakan Terjadi Saat Koki Memasak
Ledakan terjadi di Klaster Komersial San Antonio, Jalan Kalisari Utara I, Kecamatan Mulyorejo, sekitar pukul 07.06-07.11 WIB.
Saat kejadian, kawasan tersebut sudah ramai oleh warga yang berolahraga, makan, maupun berada di kafe sekitar lokasi.
Rangga (23), karyawan ruko di seberang lokasi, mengaku sempat mendengar suara gemuruh sebelum terjadi dentuman besar.
"Jam 7 lebih saya awalnya mendengar gemuruh. Terung langsung ledakan keluar. Pertama kaget dan telinga saya berdenging," ujarnya kepada detikJatim. Markdown yang ditempel (1)
2. Koki Sempat Mencium Bau Gas
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengatakan ledakan terjadi ketika koki sedang memasak di rumah makan tersebut.
Menurutnya, koki sempat mencium bau gas sebelum ledakan terjadi. Informasi yang dihimpun detikJatim juga menyebut alarm LPG sempat berbunyi sebelum kejadian.
Di lokasi ditemukan tiga tabung LPG berkapasitas masing-masing 50 kilogram. Polisi menyebut tabung tersebut tidak meledak, tetapi dugaan sementara mengarah pada kebocoran dari saluran atau pipa.
Ketiga tabung LPG kemudian dipastikan sudah kosong. Markdown yang ditempel (1)
3. Polisi Pastikan Bukan Bom
Tim Jibom Gegana Polda Jatim turut melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak terdapat bahan peledak di lokasi.
Dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan bahan peledak maupun unsur bom. Danden Gegana Satbrimob Polda Jatim Kompol Dyan Vicky Sandi menyebut karakter ledakan lebih mengarah pada fenomena BLEVE (Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion).
Fenomena tersebut dijelaskan sebagai ledakan akibat tekanan gas yang terkumpul di dalam suatu ruangan dan kemudian terpicu.
Meski demikian, penyebab pasti ledakan masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Markdown yang ditempel (1)
4. Lima Karyawan Rumah Makan Terluka
Ledakan menyebabkan lima orang mengalami luka. Mereka seluruhnya merupakan karyawan RM Nasi Tempong Sri Dewi yang sedang memasak ketika kejadian.
Lima korban tersebut yakni Liutami Matul Khoiriyah (23), Windy Pratama (30), Eky (27), Kholifa (27), dan Moch Syofan (19).
Empat korban sempat dibawa ke RSUD Haji Surabaya, sementara satu korban langsung dibawa ke RSUD Dr Soetomo. Beberapa korban mengalami luka bakar di area wajah dan leher serta trauma inhalasi. Markdown yang ditempel (1)
5. Sebanyak 58 Bangunan Terdampak
Dampak ledakan meluas hingga ruko dan rumah warga di sekitar lokasi.
Pada pendataan awal, polisi mencatat sekitar 41 bangunan terdampak. Data BPBD Surabaya kemudian diperbarui menjadi 58 bangunan, terdiri dari 42 ruko dan 16 rumah hunian.
Dari 42 ruko, sebanyak 10 mengalami rusak ringan, 28 rusak sedang, dan empat rusak berat. Sementara dari 16 rumah, 13 rusak ringan, dua rusak sedang, dan satu rusak berat. Markdown yang ditempel (1)
6. Genteng dan Plafon Rumah Warga Ambrol
Getaran ledakan juga dirasakan warga di kawasan perumahan belakang ruko.
Kevin Nataniel (18), warga Perumahan San Antonio Blok N5, mengatakan dirinya sedang berada di kamar lantai dua ketika merasakan getaran kuat.
"Getar bentar, langsung ambruk semua. Saya dengar ada ledakan keras. Plafonnya jatuh ke (tempat) saya," katanya.
Warga lainnya, Candrawi, menggambarkan material bangunan berjatuhan seperti hujan genteng akibat kuatnya getaran. Markdown yang ditempel (1)
Kerusakan juga terekam kamera CCTV toko sepatu Senikersku. Dalam rekaman tersebut, tembok toko tiba-tiba jebol, rak sepatu roboh, dan material bangunan berjatuhan ke area kasir. Markdown yang ditempel (1)
7. Kendaraan Ikut Rusak
Sejumlah kendaraan yang berada di sekitar lokasi juga terkena dampak.
Data terbaru BPBD Surabaya mencatat delapan kendaraan rusak, terdiri dari tiga sepeda motor dan lima mobil.
Kendaraan yang terlihat terdampak di lokasi antara lain BYD, Toyota, Mercedes-Benz, dan Suzuki. Markdown yang ditempel (1)
8. Polisi Amankan Tabung LPG dan Peralatan Memasak
Tim gabungan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah lokasi diamankan.
Sejumlah barang bukti diamankan, di antaranya satu tabung LPG berkapasitas 50 kilogram, beberapa kompor gas satu tungku, serta selang LPG dari RM Nasi Tempong Sri Dewi.
Barang bukti tersebut selanjutnya diperiksa oleh Bidlabfor Polda Jatim untuk membantu memastikan penyebab ledakan. Markdown yang ditempel (1)
9. Jalan Sempat Ditutup
Selama proses penanganan dan penyelidikan, Jalan Kalisari Utara I di kawasan San Antonio sempat ditutup. Petugas kepolisian, INAFIS, Gegana, BPBD, pemadam kebakaran, dan Satpol PP berada di lokasi.
Setelah proses olah TKP dan pembersihan selesai, sebanyak 26 petugas kebersihan dikerahkan untuk membersihkan serpihan kaca dan material bangunan.
Jalan Kalisari Utara I kemudian mulai dibuka kembali sekitar pukul 16.00 WIB. Meski demikian, sejumlah area di sekitar titik ledakan masih dipagari untuk menjaga keamanan. Markdown yang ditempel (1)
Dilansir dari detikJatim.
