315 Kasus DBD di Tulungagung Selama Sembilan Bulan, Dua Pasien Meninggal Dunia

Table of Contents


TULUNGAGUNG, JATIMKU.COM – Sebanyak 315 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tercatat di Kabupaten Tulungagung selama sembilan bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, dua pasien dilaporkan meninggal dunia pada September 2026.

Dilansir dari detikJatim, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, Aris Setiawan, mengatakan kasus DBD masih ditemukan setiap bulan meskipun jumlahnya mengalami penurunan dalam periode Juli hingga September.

“Dari catatan kami untuk tiga bulan ini rata-rata ada puluhan kasus, Juli itu 32 kasus, Agustus 25 dan September 23 kasus,” kata Aris, Sabtu (17/10/2026).

Dua Pasien DBD Meninggal Dunia pada September

Aris mengungkapkan, dua pasien DBD meninggal dunia pada September 2026. Kedua pasien tersebut merupakan orang dewasa yang berasal dari Kecamatan Gondang dan Kecamatan Boyolangu.

Menurutnya, keterlambatan membawa pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penanganan medis tidak dapat dilakukan secara maksimal.

Kondisi pasien yang sudah parah ketika tiba di layanan kesehatan membuat upaya penanganan menjadi lebih sulit.

Aris mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala yang mengarah pada penyakit DBD, meskipun jumlah kasus sedang menurun.

“Terkadang masyarakat kewaspadaannya menurun di saat penyakit ini tidak banyak. Maka dari itu kami imbau kewaspadaan tetap dilakukan,” ujarnya.

Warga Diminta Terapkan 3M Plus

Dinas Kesehatan Tulungagung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran DBD, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah perkembangbiakan nyamuk penyebab penyakit tersebut.

Salah satu langkah pencegahan yang dianjurkan adalah menerapkan gerakan 3M Plus, yaitu:

  • Menguras tempat penampungan air secara rutin.

  • Menutup rapat tempat penampungan air.

  • Mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat penampungan air.

  • Plus, melakukan upaya tambahan untuk mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan perlindungan dari gigitan nyamuk.

Langkah tersebut perlu dilakukan secara konsisten, baik di lingkungan rumah maupun tempat umum, untuk mengurangi risiko penyebaran DBD.

Jangan Tunda Pemeriksaan Jika Muncul Gejala

Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada demam berdarah.

“Segera bawa ke layanan kesehatan jika mengalami gejala-gejala mirip demam berdarah, agar cepat ditangani medis,” jelas Aris.

Dengan jumlah kasus yang mencapai 315 selama sembilan bulan dan adanya dua kematian pada September, masyarakat di Tulungagung diharapkan tetap waspada. Pencegahan melalui kebersihan lingkungan dan pemeriksaan medis sejak dini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko komplikasi akibat DBD.

Dilansir dari detikJatim.