Tanam Kebaikan Sejak Bangku Sekolah, SDI Surya Buana Salurkan Donasi Peduli NTT melalui YDSF Malang

Table of Contents
Jatimku.com, Malang: Menanamkan kepedulian dan semangat berbagi sejak usia dini menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang kuat. Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan Upacara Bendera di SDI Surya Buana Malang, Senin (14/9/2026).

Pada kesempatan tersebut, Kepala YDSF Cabang Malang, M. Fandi Bakhtiar, S.Pd, hadir sebagai Pembina Upacara sekaligus memberikan penguatan kepada siswa-siswi kelas 1 hingga kelas 6 tentang pentingnya bersedekah dan berbagi kepada sesama.

Dalam amanatnya, M. Fandi mengajak para siswa untuk membiasakan diri melakukan kebaikan sejak usia dini. Menurutnya, sedekah tidak harus menunggu seseorang menjadi dewasa atau memiliki banyak harta.

Jangan menunggu kaya untuk berbagi. Biasakan berbagi sejak sekarang. Karena kebaikan yang dilakukan sejak kecil akan menjadi kebiasaan dan karakter ketika dewasa, pesannya kepada para siswa.

Ia juga mengingatkan bahwa bersedekah bukan sekadar memberikan sebagian harta, tetapi merupakan wujud kepedulian terhadap orang lain. Kebiasaan berbagi diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati, kasih sayang, dan kepedulian sosial pada diri anak.

Untuk memperkuat pesan tersebut, M. Fandi mengajak para siswa menjadikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai teladan dalam berbuat kebaikan.

Rasulullah SAW merupakan sosok yang memiliki kepedulian luar biasa terhadap sesama. Semangat berbagi dan membantu orang lain tersebut kemudian juga diteladani oleh para sahabat.

M. Fandi mengangkat kisah Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu yang dikenal dengan kisah sumurnya yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan keteladanan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu yang memiliki jiwa pengorbanan dan kedermawanan yang sangat luar biasa.

Menurutnya, kisah para sahabat tersebut memberikan pelajaran penting bahwa harta yang dimiliki seseorang dapat menjadi sarana untuk menghadirkan manfaat bagi orang lain.

"Anak-anak bisa belajar dari Rasulullah dan para sahabat bahwa menjadi orang baik bukan hanya tentang pintar, tetapi juga tentang mau berbagi dan memberikan manfaat kepada orang lain,” ungkapnya.

Di hadapan para siswa, Kepala YDSF Cabang Malang tersebut juga memberikan pemahaman bahwa sedekah dan kebaikan dapat dilakukan dengan cara sederhana.

Berbagi makanan kepada teman, membantu orang tua, menolong teman yang kesulitan, menyisihkan uang untuk orang yang membutuhkan, hingga memberikan perhatian dan kebaikan kepada orang lain merupakan bentuk kepedulian yang dapat dilatih sejak dini.
Dengan demikian, anak-anak tidak hanya memahami konsep sedekah secara teori, tetapi juga belajar mempraktikkan nilai kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tentang pentingnya berbagi tersebut kemudian diwujudkan dalam aksi nyata.

Dalam rangkaian upacara, SDI Surya Buana Malang menyerahkan donasi kemanusiaan Peduli NTT melalui Laznas YDSF Malang.

Donasi tersebut merupakan bentuk kepedulian keluarga besar SDI Surya Buana terhadap saudara-saudara yang membutuhkan bantuan.

Penyerahan donasi menjadi momentum penting bagi para siswa. Mereka tidak hanya mendengarkan tentang pentingnya bersedekah, tetapi juga menyaksikan secara langsung bagaimana kepedulian yang dikumpulkan bersama dapat disalurkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dari lingkungan sekolah, tumbuh kepedulian. Dari kepedulian, lahir kebaikan. Dan dari kebaikan yang dilakukan bersama, lahir kebermanfaatan yang lebih luas.

Kepala YDSF Cabang Malang mengapresiasi kepedulian SDI Surya Buana yang telah mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut.

Ia berharap kolaborasi antara sekolah dan lembaga zakat dapat terus dikembangkan, khususnya dalam menghadirkan pendidikan karakter berbasis kepedulian sosial.

"Hari ini anak-anak belajar tentang sedekah, sekaligus belajar mempraktikkan sedekah. Inilah yang penting. Ilmu tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi amal dan memberikan manfaat kepada sesama,” tuturnya.

Melalui kegiatan tersebut, SDI Surya Buana Malang bersama YDSF Malang turut menanamkan pesan bahwa kebaikan tidak perlu menunggu besar untuk dimulai.

Sebab, anak yang sejak kecil dibiasakan berbagi, peduli, dan membantu sesama diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter kuat, berakhlak, dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya membentuk anak menjadi cerdas, tetapi juga menjadi manusia yang peduli dan bermanfaat. (AW)