Photowalk di Toko Buku Sani Pererat Kolaborasi Komunitas Literasi dan Fotografi
Table of Contents
MALANG, JATIMKU.COM – Suasana hangat dan penuh kreativitas mewarnai kegiatan Photowalk at Toko Buku Sani yang digelar dalam rangka memperingati Hari Literasi Internasional, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan ini mempertemukan sejumlah komunitas yang memiliki perhatian terhadap literasi, fotografi, dan kegiatan sosial.
Acara tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai komunitas, di antaranya Malang Regency Local Guides (MRLG), Kanjuruhan Membaca, Bubaca, dan Artchif, serta sejumlah komunitas dan peserta lainnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana santai dan akrab. Para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan photowalk, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk saling memperkenalkan komunitas masing-masing. Perwakilan komunitas turut memberikan sambutan dan berbagi cerita mengenai aktivitas yang mereka lakukan.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta adalah pelatihan penulisan puisi tiga paragraf. Dalam sesi tersebut, peserta diajak menuangkan gagasan, pengalaman, dan perasaan ke dalam tulisan sederhana.
Setelah menyelesaikan tulisan, beberapa peserta kemudian membacakan puisi mereka di hadapan peserta lainnya. Suasana yang awalnya santai berubah menjadi lebih hangat dan personal karena setiap puisi memiliki cerita serta sudut pandang yang berbeda.
Selain kegiatan literasi, peserta juga diajak melakukan photowalk dengan menjadikan Toko Buku Sani sebagai objek eksplorasi. Rak-rak buku, sampul buku, interior toko, aktivitas membaca, hingga berbagai detail kecil di dalam ruangan menjadi objek yang dapat diabadikan melalui kamera.
Konsep tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi peserta. Toko buku tidak hanya dipandang sebagai tempat untuk membeli dan membaca buku, tetapi juga sebagai ruang yang menyimpan banyak cerita dan memiliki berbagai objek menarik untuk dieksplorasi secara visual.
Pemilik Toko Buku Sani juga memberikan apresiasi kepada peserta yang aktif selama kegiatan. Sejumlah buku diberikan kepada peserta, yang tentu menjadi salah satu momen paling menyenangkan bagi para pecinta literasi.
Pemberian buku tersebut sekaligus memperkuat semangat berbagi yang menjadi bagian penting dari kegiatan. Peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru, tetapi juga membawa pulang buku yang dapat dibaca dan dimanfaatkan.
Meski berlangsung sekitar dua jam, kegiatan tersebut terasa singkat karena diisi dengan berbagai aktivitas, mulai dari perkenalan komunitas, sambutan, photowalk, pelatihan puisi, pembacaan puisi, hingga berbincang dan berkenalan dengan peserta lainnya.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa literasi dapat dikembangkan melalui berbagai cara. Tidak selalu harus melalui kegiatan membaca secara formal, tetapi juga dapat dipadukan dengan fotografi, menulis, berdiskusi, serta membangun jejaring antarkomunitas.
Bagi para peserta, pertemuan tersebut menjadi pengalaman sederhana yang memberikan kesan mendalam. Di tengah rak-rak buku, mereka tidak hanya menemukan bacaan, tetapi juga menemukan teman, cerita, dan kemungkinan kolaborasi baru.
“Literasi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang cukup dengan datang ke toko buku, membaca, menulis beberapa paragraf, mengambil sebuah foto, berbagi buku, dan bertemu dengan orang-orang yang memiliki semangat yang sama,” demikian semangat yang terasa dalam kegiatan tersebut.