SLHS SPPG Mangunan Jombang Dievaluasi Usai 256 Siswa-Guru Keracunan MBG
JOMBANG, JATIMKU.COM – Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunan, Kecamatan Kabuh, Jombang, bakal dievaluasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang. Evaluasi dilakukan setelah 256 siswa dan guru SMPN 1 Kabuh mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinkes Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada, mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung ke SPPG Mangunan yang berada di Dusun Brumbung, Desa Mangunan, Kecamatan Kabuh.
Dilansir dari detikJatim, salah satu temuan dalam pemeriksaan tersebut adalah penggunaan air isi ulang untuk memasak makanan MBG.
"Ini kan airnya ternyata ngambil air dari isi ulang, isi ulang tetangga sebelah. Sehingga nanti itu kemungkinan untuk ini saya mengambil langkah-langkah yang utama adalah SLHS kan sudah sejak tahun yang lalu. Kita lakukan evaluasi SLHS lagi," ujar dr Hexawan kepada wartawan, Jumat (4/9/2026).
SLHS SPPG Mangunan Akan Dievaluasi
Menurut dr Hexawan, evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh prosedur higiene dan sanitasi yang diterapkan di SPPG Mangunan telah sesuai dengan ketentuan.
Tim Dinkes akan kembali mengecek berbagai aspek operasional dapur MBG, termasuk penggunaan air dan prosedur pengolahan makanan.
"Jadi apakah sesuai dengan aturan protapnya atau tidak, kita perbaiki lagi tuh fungsinya. Jadi nanti tim saya ada turun," tegasnya.
Berdasarkan informasi dari Badan Gizi Nasional (BGN), SLHS menjadi salah satu persyaratan yang wajib dimiliki SPPG sebelum beroperasi menyediakan makanan MBG.
Sertifikasi tersebut berkaitan dengan penerapan lima kunci keamanan pangan, yakni menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan, memisahkan bahan mentah dan matang, memasak makanan pada suhu aman, menyimpan makanan pada suhu yang tepat, serta menggunakan air dan bahan baku yang aman dan terverifikasi.
256 Siswa dan Guru Mengalami Gejala Keracunan
Kasus keracunan massal di SMPN 1 Kabuh mulai terungkap setelah sejumlah siswa mengalami diare ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Sedikitnya 81 siswa kemudian dilarikan ke tiga fasilitas kesehatan, yakni puskesmas dan klinik, untuk mendapatkan penanganan.
Dari hasil pendataan Dinkes Jombang, total terdapat 256 siswa dan guru yang mengalami gejala setelah mengonsumsi MBG.
Jumlah tersebut terdiri dari 81 siswa yang menjalani pengobatan pada Jumat (4/9/2026) dan 175 siswa serta guru yang sebelumnya berobat secara mandiri sejak Kamis (3/9/2026).
Keluhan yang dialami antara lain sakit perut, diare, mual, muntah, dan pusing.
Diduga Usai Menyantap Udang Saus Padang
Para siswa dan guru mengalami keluhan setelah menyantap MBG pada Rabu (2/9/2026) siang.
Menu yang dibagikan saat itu terdiri dari nasi putih, udang saus Padang, tahu susu, pepaya, serta tumis wortel, sawi putih, dan brokoli.
Berdasarkan keterangan sejumlah korban, udang saus Padang diduga menjadi salah satu sumber masalah. Para korban menyebut udang tersebut mengeluarkan aroma yang kurang sedap.
Namun, penyebab pasti keracunan belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pemeriksaan serta investigasi lebih lanjut.
Tidak Semua Penerima MBG Mengalami Keracunan
SPPG Mangunan diketahui setiap hari menyediakan sekitar 2.899 porsi MBG yang didistribusikan ke 19 sekolah penerima manfaat.
Untuk SMPN 1 Kabuh, makanan MBG disalurkan kepada 639 siswa serta 47 guru dan pegawai.
Artinya, tidak seluruh siswa maupun guru yang mengonsumsi makanan tersebut mengalami gejala keracunan.
Dinkes Jombang masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian, termasuk mengevaluasi penerapan standar higiene sanitasi di SPPG Mangunan.
Evaluasi SLHS menjadi salah satu langkah yang dilakukan setelah munculnya kasus keracunan yang menimpa ratusan siswa dan guru tersebut.
