Cengengesan, Pelaku Pelecehan Modus Konten Boneka Diperiksa Polisi
Surabaya – Pelaku pelecehan dengan modus konten boneka di Jalan Tunjungan, Surabaya, diperiksa polisi terkait aksinya yang memicu keresahan. Dalam pemeriksaan, pelaku berdalih bagian boneka yang menyerupai alat kelamin pria merupakan ekor.
Pelaku bahkan tampak cengengesan saat memberikan keterangan kepada polisi. Ketika ditanya mengenai bagian boneka berbentuk panjang yang ditempatkan di bagian depan, ia menyebut bagian tersebut merupakan ekor yang sengaja dipindahkan.
“Itu kan cuma ekor doang, Ndan, ekor belakang aslinya, dipindah di depan,” ujar pelaku, dikutip dari akun Instagram @surabayapolice1.official.
Pelaku juga mengaku telah meminta izin kepada orang-orang yang diajak membuat konten. Ia mengarahkan mereka untuk memegang bagian ekor boneka tersebut.
“Saya ngelobi, Ndan. ‘Sorry, permisi Kak, aku boleh minta izin buat konten boneka boleh nggak?’ Begitu. Terus bilang boleh. Dua hari kemudian enggak terima,” ujarnya.
Di hadapan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan, pelaku menyebut sekitar 100 orang telah diajak dalam konten tersebut.
Pelaku mengaku menyadari kesalahannya dan telah menghapus seluruh konten yang pernah dibuat. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Surabaya.
“Saya mohon maaf kepada warga Surabaya kalau konten saya tidak berkenan atau kurang mengenakkan ke orang Surabaya. Saya minta maaf sebesar-besarnya,” katanya.
Kasus tersebut mencuat setelah seorang perempuan berinisial ASN mengaku menjadi korban pelecehan dengan modus serupa di Jalan Tunjungan pada 5 Agustus 2026.
Saat itu, ASN sedang berjalan bersama temannya menuju parkiran. Ia kemudian dihampiri dua pria yang menawarkan pembuatan konten menggunakan boneka.
Awalnya menolak, ASN akhirnya bersedia mengikuti pengambilan video. Ia bahkan diminta melakukan pengambilan video sebanyak tiga kali dengan orang berbeda, tetapi menggunakan konsep yang sama.
ASN mengaku baru menyadari adanya unsur pelecehan setelah melihat sejumlah konten dengan pola serupa. Bagian ekor boneka yang digunakan dalam konten tersebut terlihat menyerupai alat kelamin pria.
Dilansir dari detikJatim.
