Sinergi Lintas Sektor Kunci Atasi Karhutla TNBTS

Table of Contents
Jatimku, Malang - Operasi penanganan karhutla di TNBTS yang dimulai sejak 3 Agustus resmi ditutup pada tanggal 17 Agustus 2026. Luas wilayah terdampak yang berhasil ditangani mencapai 1.121,66 hektare.

Hal tersebut disampaikan oleh Dansektor sekaligus Danrem 083/ Bdj Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., M.Han pada penutupan kegiatan operasi tersebut. 

"Selama pelaksanaan operasi tidak terdapat situasi menonjol yang mengganggu jalannya penanganan. Sedangkan Luas wilayah terdampak yang berhasil ditangani mencapai 1.121,66 hektare," kata Wahyu melalui keterangan tertulisnya. 

Penanganan karhutla melibatkan banyak pihak seperti unsur TNI-Polri, BPBD Provinsi dan empat wilayah kabupaten, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, BMKG, instansi terkait, relawan, serta masyarakat.

Selain itu juga didukung berbagai peralatan dan perlengkapan sehingga mampu menangani berbagai macam hambatan alam yang ada.

"Sinergi lintas sektor baik SDM maupun dulungan peralatan berjalan baik sehingga mampu kompak bergerak bersama mengatasi kebakaran ini," lanjut Danrem.
Dalam pelaksanaannya, Danrem selalu Komandan Sektor mengakui terdapat kendalam alam seperti cuaca dan angin, Medan tehing dan terjal sehingga menjadi persoalan tersendiri dalam melakukan pemadaman seperti water bombing dan lainnya. 

Beberapa area tidak dapat dipadamkan dengan water bombing namun harus dilakukan secara manual oleh petugas lapangan. 

Untuk itu Kolonel Wahyu mengapresiasi semangat personel yang terjun ke titik-titik sulit untuk memadamkan api.

Selanjutnya dukungan media juga sangat penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat sehingga dapat mencegah munculnya informasi yang tidak benar atau hoaks.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dan bersinergi dalam penanganan Karhutla TNBTS. Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Mari kita jaga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, bukan hanya untuk kita hari ini, tetapi untuk generasi yang akan datang dan untuk Indonesia yang kita cintai," tegas Wahyu.

Kedepan dirinya berharap agar langkah antisipasi terus dilakukan dengan pendekatan teknologi deteksi dini seperti foto udara, pemasangan cctv dan juga edukasi terus menerus kepada pengunjung TNBTS agar ikut menjaga keasrian dan kenyamanan kawasan hutan agar terhindar dari musibah kebakaran.(sid/aw)