Pengolahan Jagung Naik Kelas, Gerit Mak Yem Terapkan Teknologi Food Grade
Table of Contents
Jatimku-Malang: Pengolahan jagung di Home Industri Gerit Mak Yem, Dusun Bareng, Desa Sidomulyo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, mulai diarahkan pada proses produksi yang lebih higienis melalui penerapan teknologi food grade. Upaya tersebut dilakukan melalui program PKM-EDU di bawah LPPM UPN Veteran Jawa Timur dengan judul Smart Corn Processing : Penerapan Teknologi Food Grade di Home Industri Gerit Mak Yem Dusun Bareng Desa Sidomulyo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang yang dilaksanakan pada 30 Juli 2026.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dipimpin oleh Dr. Noor Rizkiyah, S.P., M.P. dan melibatkan pemilik Home Industri Gerit Mak Yem, Khusnul Arifin, bersama masyarakat mitra. Pendampingan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku usaha dalam menerapkan proses pengolahan pangan yang lebih bersih, aman, dan berkualitas.
Jagung merupakan salah satu komoditas yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah. Namun, peningkatan nilai ekonomi produk tidak hanya bergantung pada kemampuan mengolah bahan baku. Proses produksi yang higienis dan penggunaan peralatan yang sesuai untuk pengolahan pangan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas produk.
Melalui program Smart Corn Processing, tim pengabdian mengenalkan penerapan teknologi food grade yang dapat disesuaikan dengan kondisi usaha skala rumah tangga. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penggunaan peralatan yang aman untuk bersentuhan langsung dengan bahan pangan, termasuk peralatan berbahan stainless steel food grade.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Noor Rizkiyah, S.P., M.P., mengatakan bahwa penerapan teknologi food grade tidak hanya berkaitan dengan penggunaan peralatan, tetapi juga menyangkut perubahan kebiasaan dalam proses produksi.
“Penerapan teknologi food grade bukan hanya tentang penggunaan peralatan, tetapi juga bagaimana proses produksi dilakukan secara lebih bersih, aman, dan konsisten,” ujarnya.
Menurutnya, teknologi yang diterapkan pada usaha skala rumah tangga tidak harus selalu mahal atau kompleks. Penggunaan peralatan yang tepat, mudah dibersihkan, serta penerapan sanitasi secara rutin dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas proses produksi.
Tidak Sekadar Mengganti Peralatan
Pendampingan yang dilakukan di Home Industri Gerit Mak Yem tidak hanya berfokus pada pengenalan peralatan food grade. Tim juga mengajak pelaku usaha melihat kembali keseluruhan proses produksi yang selama ini dilakukan.
Aspek kebersihan peralatan, penanganan bahan baku, sanitasi, kondisi lingkungan produksi, hingga cara menjaga produk selama proses pengolahan menjadi bagian dari pembahasan.
Hal tersebut penting karena keamanan pangan tidak ditentukan oleh satu faktor saja. Setiap tahapan produksi memiliki peran dalam menjaga kualitas produk dan mengurangi risiko kontaminasi.
Dalam kegiatan tersebut, pelaku usaha dan masyarakat mitra juga diperkenalkan dengan prinsip dasar Good Manufacturing Practices (GMP) atau cara produksi pangan yang baik. Prinsip tersebut menjadi salah satu dasar dalam membangun proses produksi yang lebih teratur, bersih, dan terkontrol.
Pendekatan kegiatan dilakukan secara praktis dan interaktif. Pelaku usaha tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai teknologi food grade, tetapi juga dapat mendiskusikan berbagai kondisi yang dihadapi dalam aktivitas produksi sehari-hari.
Dengan pendekatan tersebut, solusi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan Home Industri Gerit Mak Yem.
Mendorong Produk Olahan Jagung Lebih Berdaya Saing
Bagi usaha pangan skala rumah tangga, peningkatan kualitas proses produksi menjadi salah satu langkah penting untuk menghadapi persaingan pasar. Konsumen saat ini semakin memperhatikan tidak hanya rasa dan harga, tetapi juga kebersihan, keamanan, dan kualitas produk yang dikonsumsi.
Karena itu, penerapan teknologi food grade diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan Home Industri Gerit Mak Yem.
Perbaikan proses produksi juga diharapkan tidak berhenti pada penggunaan peralatan. Kebiasaan menjaga kebersihan, melakukan sanitasi, serta memperhatikan penanganan bahan pangan perlu menjadi bagian dari aktivitas produksi sehari-hari.
“Harapannya, perbaikan proses produksi ini dapat menjadi bagian dari kebiasaan usaha, sehingga kualitas produk dapat dijaga secara berkelanjutan,” kata Dr. Noor Rizkiyah.
Bagi Khusnul Arifin, selaku pemilik Home Industri Gerit Mak Yem, pendampingan tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan usaha agar pengolahan produk berbasis jagung dapat dilakukan dengan proses yang semakin baik.
Program Smart Corn Processing juga menunjukkan bahwa pengembangan teknologi bagi UMKM tidak selalu harus dimulai dengan investasi besar. Perubahan sederhana pada peralatan, kebersihan, sanitasi, dan cara kerja dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas produksi.
Dari Dusun Bareng untuk Pengembangan UMKM Pangan
Kegiatan yang berlangsung di Dusun Bareng, Desa Sidomulyo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, tersebut diharapkan menjadi awal dari pengembangan Home Industri Gerit Mak Yem secara berkelanjutan.
Penerapan teknologi food grade dapat menjadi fondasi untuk pengembangan usaha pada aspek lainnya, termasuk peningkatan kualitas produk, perbaikan kemasan, penguatan pemasaran, legalitas usaha, hingga perluasan akses pasar.
Melalui Smart Corn Processing, pengolahan jagung di tingkat rumah tangga tidak lagi hanya dipandang sebagai aktivitas produksi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun usaha pangan yang lebih higienis, aman, dan memiliki nilai tambah.
Dari Dusun Bareng, Desa Sidomulyo, pengolahan jagung di Home Industri Gerit Mak Yem diharapkan mampu terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha serta masyarakat di sekitarnya. (AW)