KKN PSDKU UB Kediri 2026 Gerakkan Inovasi Pangan Sirkular Empat Wilayah

Table of Contents
Jatimku, Kediri — Kuliah Kerja Nyata PSDKU Universitas Brawijaya Kediri Tahun 2026 kini memasuki fase pelaksanaan program di tengah masyarakat. Mengusung tema “Kuliah Bakti Mahasiswa untuk Lestari Pangan Sirkular”, tidak kurang dari 295 orang mahasiswa diterjunkan untuk mengembangkan solusi berbasis ilmu pengetahuan, ekonomi sirkular, dan Teknologi Tepat Guna atau TTG di Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, serta Kabupaten Tulungagung.

Sesuai jadwal pelaksanaan, saat ini mereka berada di tengah jadwal kegiatan lapang yang berlangsung pada 1–30 Juli 2026, dengan mobilisasi pemberangkatan mahasiswa telah dilaksanakan pada 30 Juni 2026 yang lalu, dan pemulangan dijadwalkan akan dilakukan pada 31 Juli 2026.

Berdasarkan jadwal tersebut, maka pada pekan ketiga Juli ini mahasiswa tengah berada pada tahap implementasi program, pendampingan masyarakat, serta monitoring dan evaluasi bersama dosen pembimbing lapang dan panitia. 

Program KKN dilaksanakan pada empat wilayah di Kediri Raya dan sekitarnya, mencakup satu kelurahan di Kota Kediri serta masing-masing delapan desa di Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, dan Kabupaten Tulungagung, yang direncanakan tetap dilaksanakan pada lokasi selama 3 tahun, untuk keberlanjutan dan mengukur dampak pelaksanaan nantinya. Kegiatan kali ini diarahkan untuk membangun kemandirian pangan masyarakat melalui penerapan ekonomi sirkular dan pengembangan TTG yang sesuai dengan potensi serta permasalahan setiap wilayah. 

Berangkat dari Pembekalan yang Komprehensif dan Cek Kesehatan
Sebelum diterjunkan ke masyarakat, mahasiswa telah mengikuti Pembekalan KKN PSDKU UB Kediri Tahun 2026 pada Sabtu, 13 Juni 2026, secara daring. Pembekalan diberikan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai kebijakan KKN, penyusunan program kerja, etika sosial, pencegahan kekerasan seksual dan perundungan, serta mekanisme perlindungan asuransi selama kegiatan berlangsung. 

Direktur PSDKU UB Kediri, Prof. Dr. Ir. Sholeh Hadi Pramono, M.S., menekankan bahwa KKN merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa diharapkan tidak hanya membawa program kerja, tetapi juga mampu berkomunikasi dengan baik, menjaga etika, memahami kondisi sosial, dan memberikan kontribusi nyata sesuai kebutuhan masyarakat. 

Pembekalan menghadirkan narasumber dari DRPM Universitas Brawijaya, PSDKU UB Kediri, UPT Smart Green Campus UB, ULTKSP PSDKU Kediri, dan Asuransi BUMIDA. Salah satu materi utama adalah pengantar ekonomi sirkular dan TTG sirkular di bidang agrokompleks, yang membekali mahasiswa agar mampu memanfaatkan potensi sumber daya lokal sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat. 

Selain itu, peserta KKN PSDKU Kediri Tahun 2026 kali ini cukup istimewa, dikarenakan semua peserta dicek kesehatannya secara gratis sebelum diterjunkan ke masyarakat. Hal tersebut, tidak lepas dari kerjasama yang terjalin antara Panitia KKN, ULTKSP PSDKU UB Kediri, Dinas Kesehatan Kota Kediri, dan Puskesmas Mrican. Kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) ini sendiri telah dilaksanakan pada tanggal 29 Juni 2026. 
Tidak Berhenti pada Sosialisasi
KKN PSDKU UB Kediri 2026 ini dirancang tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan atau sosialisasi. Mahasiswa diarahkan menghasilkan solusi yang dapat diterapkan, digunakan, dan dikembangkan oleh masyarakat setelah program KKN berakhir.

Program di lokasi sasaran difokuskan pada sejumlah persoalan strategis, antara lain belum optimalnya pemanfaatan limbah organik, lemahnya integrasi sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, rendahnya nilai tambah produk lokal, serta belum kuatnya keterhubungan sistem pangan antarwilayah. Intervensi dilakukan melalui pendekatan partisipatif berbasis IPTEK dengan luaran berupa TTG, kemitraan kelembagaan, dan model pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa bersama masyarakat dapat mengembangkan kegiatan pengolahan limbah organik, pertanian dan peternakan terpadu, optimalisasi pekarangan pangan, penguatan urban farming, pengembangan produk lokal, pendampingan UMKM, hingga digitalisasi data dan kelembagaan desa.

Tahap pelaksanaan lapang meliputi penyusunan dan implementasi program kelompok serta koordinasi rutin dengan dosen pembimbing lapang dan panitia.

Sementara itu, monitoring dan evaluasi dilakukan melalui kunjungan berkala, evaluasi kendala dan capaian, serta pendampingan perbaikan program. 
Inovasi Dipamerkan dalam Expo TTG
Setelah kegiatan lapang berakhir, mahasiswa akan menyelesaikan luaran dan laporan kelompok pada Agustus 2026. Hasil inovasi mahasiswa dan masyarakat selanjutnya akan dipresentasikan melalui Expo Teknologi Tepat Guna KKN PSDKU UB Kediri, yang dijadwalkan berlangsung pada 22–23 Agustus 2026.

Selain TTG, setiap kelompok juga diarahkan menghasilkan laporan kegiatan, publikasi media, konten edukasi, data kondisi masyarakat sasaran, penguatan kerja sama dengan desa atau kelurahan, serta buku inovasi TTG desa. 

“Mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan KKN dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik almamater, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui program yang relevan dan berkelanjutan,” pesan Direktur PSDKU UB Kediri. Melalui KKN tematik ini, PSDKU UB Kediri memperkuat peran perguruan tinggi sebagai penghubung antara ilmu pengetahuan, teknologi, pemerintah daerah, dan kebutuhan masyarakat. Program ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama pengentasan kemiskinan (SDG-1), pendidikan berkualitas (SDG-4), konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG-12), serta penguatan kemitraan. (sid/aw)