Truk Bawa 4,6 Ton Getah Pinus Terbakar di Tulungagung, Kerugian Rp 225 Juta
TULUNGAGUNG, JATIMKU.COM – Truk pengangkut sekitar 4,6 ton getah pinus terbakar saat melintas di Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (21/8/2026) malam.
Api diduga muncul dari bagian belakang truk dan dengan cepat membesar hingga membakar muatan getah pinus serta seluruh bagian kendaraan. Beruntung, sopir dan seorang awak truk berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Dilansir dari Kompas.com, truk tersebut dikemudikan BS, warga Desa Petungroto, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Saat kejadian, kendaraan tengah membawa getah pinus dari wilayah Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, menuju pabrik pengolahan getah pinus di Kabupaten Trenggalek.
Api Muncul dari Bagian Belakang Truk
Kebakaran bermula ketika sopir melihat percikan api dari bagian belakang kendaraan saat melintas di Desa Jeli.
Mengetahui kondisi tersebut, sopir segera menepikan truk ke lokasi yang dianggap aman. Bersama awak kendaraan, ia kemudian turun dan menyelamatkan diri.
Tak lama kemudian, kobaran api semakin besar dan membakar muatan getah pinus yang disimpan di dalam drum plastik. Api selanjutnya merambat hingga menghanguskan seluruh bagian truk.
Muatan yang terbakar diketahui merupakan milik Perhutani dan memiliki berat sekitar 4,6 ton.
Getah Pinus Tumpah dan Sulit Dipadamkan
Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Tulungagung, Iwan Supriyono, mengatakan proses pemadaman menghadapi kendala karena wadah plastik yang terbakar meleleh.
Kondisi tersebut membuat getah pinus tumpah dan menyebabkan api menyebar di sekitar kendaraan.
"Drum plastik yang terbakar meleleh, sehingga getah pinus tumpah dan membuat api menyebar di sekitar kendaraan," terang Iwan.
Petugas kemudian mengerahkan dua armada pemadam kebakaran dan satu kendaraan suplai air untuk mempercepat proses pemadaman.
Dalam penanganan tersebut, petugas menggunakan air busa untuk menjinakkan api sekaligus mencegah munculnya api kembali dari sisa getah pinus yang masih mudah terbakar.
"Untuk pemadaman kami menggunakan air busa karena getah pinus masih memiliki potensi mudah terbakar," jelas Iwan.
Petugas juga mengingatkan pemilik kendaraan agar segera membersihkan sisa getah pinus yang tercecer di sekitar lokasi karena material tersebut masih berpotensi memicu kebakaran.
Kerugian Capai Rp 225 Juta
Akibat kebakaran tersebut, seluruh bagian truk beserta muatan getah pinus hangus terbakar.
Total kerugian material diperkirakan mencapai Rp225 juta.
Meski kebakaran cukup besar, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
