TKI Asal Dampit Malang Ditemukan Meninggal di Jepang

Table of Contents


MALANG, JATIMKU.COM – Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Malang, Jawa Timur, dikabarkan meninggal dunia di Jepang. PMI tersebut berinisial EP (32), warga Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Dilansir dari detikJatim, Selasa (25/8/2026), EP ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di rumah yang ditempatinya di kawasan Hokkaido, Jepang, pada Sabtu (15/8/2026).

EP ditemukan oleh rekan-rekannya setelah sebelumnya tidak datang ke tempat kerja. Rekan kerja korban merasa curiga karena EP sebelumnya berpamitan untuk bekerja pada hari tersebut.

Sejumlah rekan kemudian mencoba menghubungi EP melalui telepon seluler. Namun, tidak mendapatkan respons.

Mereka akhirnya mendatangi kediaman EP. Setelah pintu kamar didobrak, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Disnaker Malang Tunggu Konfirmasi KBRI

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang saat ini masih melakukan penelusuran untuk memastikan informasi mengenai kematian EP.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Malang, Tri Darmawan, mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia di Jepang.

"Kami masih berusaha menghubungi KBRI setempat untuk memastikan kejadian yang menimpa PMI tersebut benar adanya," ujar Tri Darmawan.

Menurut Tri, pihaknya memperoleh informasi awal mengenai musibah tersebut dari sesama PMI asal Malang yang berada di Jepang.

EP diketahui telah bekerja di Jepang selama lebih dari dua tahun. Ia bekerja di sebuah restoran di wilayah Hokkaido.

"Kerja sudah lebih dari dua tahun, informasinya di restoran wilayah Hokkaido. Untuk jenazahnya masih menunggu autopsi," tuturnya.

Jenazah Menunggu Proses Autopsi

Saat ini, jenazah EP masih menunggu proses autopsi oleh otoritas Jepang. Penyebab kematiannya belum dapat dipastikan karena pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan.

Disnaker Kabupaten Malang juga masih menunggu informasi resmi dari KBRI Tokyo terkait kasus tersebut.

Setelah mendapatkan konfirmasi resmi, Disnaker berencana mendatangi keluarga EP dan membantu proses koordinasi pemulangan jenazah ke Kabupaten Malang.

"Kami menunggu surat resmi dari KBRI Tokyo, setelah itu, kami akan datang ke rumah duka dan merencanakan kepulangan jenazahnya," imbuh Tri.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kematian EP. Pemerintah Kabupaten Malang masih menunggu hasil autopsi dan konfirmasi dari otoritas terkait di Jepang.