SMP MUHAMMADIYAH 4 KOTA MALANG sukses MOU dengan sekolah di 3 negara
MALANG — SMP Muhammadiyah 4 Kota Malang (MuPaDi) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang berorientasi global. Pada 20–25 Agustus 2026, sekolah sukses melaksanakan rangkaian Memorandum of Understanding (MoU), studi banding, kunjungan edukasi, dan penguatan jejaring pendidikan di tiga negara sekaligus, yakni Malaysia, Thailand, dan Singapura.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi sekolah untuk memperluas wawasan internasional, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang kolaborasi pendidikan lintas negara.
Tidak sekadar melakukan kunjungan, SMP MuPaDi memanfaatkan momentum tersebut untuk mempelajari berbagai praktik baik dalam kurikulum, manajemen sekolah, teknologi, pendidikan Islam, budaya, hingga pengembangan jejaring Muhammadiyah di luar negeri.
Malaysia: Belajar dari Sekolah dan Perguruan Tinggi
Rangkaian kegiatan diawali di Malaysia. Rombongan melakukan studi banding ke Sekolah Menengah Kebangsaan Selandar (SMK Selandar).
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung praktik penyelenggaraan pendidikan di Malaysia, sekaligus bertukar pengalaman mengenai pengelolaan sekolah dan pembelajaran.
Dari pendidikan menengah, rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke UNIMY University Computer Science and Engineering Malaysia. Kunjungan ini memberikan wawasan mengenai perkembangan pendidikan tinggi, khususnya di bidang ilmu komputer dan teknologi.
Aspek jejaring Muhammadiyah juga menjadi bagian penting dalam perjalanan di Malaysia. Rombongan melakukan silaturahmi dan penguatan jejaring bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia.
Thailand: Pendidikan Bertemu Keragaman Budaya
Perjalanan kemudian berlanjut ke Thailand. Salah satu agenda utama adalah kunjungan edukasi ke Singhanakhon Wittayanusorn Islamic School, Hatyai.
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk bertukar pengalaman dalam bidang pendidikan sekaligus memperkenalkan dan memahami budaya masing-masing. Peserta mendapatkan pengalaman bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga dapat diperoleh melalui interaksi dan pengalaman lintas budaya.
Selain kunjungan ke sekolah, rombongan juga melakukan eksplorasi kebudayaan di kawasan Songkhla dan Hatyai.
Pengalaman tersebut diharapkan semakin menumbuhkan sikap terbuka, toleransi, kemampuan beradaptasi, serta pemahaman terhadap keberagaman masyarakat global.
Singapura: Memperkuat Kurikulum dan Manajemen Sekolah
Di Singapura, SMP Muhammadiyah 4 Kota Malang melakukan studi penguatan kurikulum dan manajemen pendidikan di Sekolah Indonesia Singapura (SIS/SILN).
Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk mempelajari pengelolaan pendidikan Indonesia dalam konteks lingkungan internasional. Berbagai wawasan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan refleksi dan inspirasi bagi pengembangan kurikulum serta manajemen sekolah.
Sahran, Kepala SMP Muhammadiyah 4 Kota Malang menyampaikan bahwa kegiatan ke tiga negara tersebut merupakan bagian dari ikhtiar sekolah untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan.
“Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan ke luar negeri. Ini adalah bagian dari ikhtiar pendidikan untuk membuka wawasan, membangun jejaring, mempelajari praktik-praktik baik, serta menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas bagi warga sekolah.”
Menurutnya, kolaborasi internasional menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan perubahan dunia pendidikan yang berlangsung sangat cepat.
“Kami ingin SMP MuPaDi memiliki wawasan yang luas, tidak hanya mengenal lingkungan lokal, tetapi juga memahami perkembangan dunia. Harapannya, pengalaman ini dapat diterjemahkan menjadi inovasi dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
Rangkaian kegiatan di Malaysia, Thailand, dan Singapura sekaligus memperkuat arah pengembangan SMP MuPaDi sebagai sekolah yang mengintegrasikan nilai religius, karakter, prestasi, teknologi, dan wawasan global.
Dengan semangat “belajar, berkolaborasi, dan menginspirasi”, sekolah berharap jejaring internasional yang telah dibangun dapat terus berkembang menjadi kerja sama nyata dalam bidang pendidikan, pertukaran pengetahuan, budaya, teknologi, dan pengembangan peserta didik.
Tiga negara telah dikunjungi. Jejaring telah diperluas. Kini, pengalaman tersebut menjadi energi baru untuk membawa SMP MuPaDi melangkah lebih jauh menuju pendidikan berkelas dunia.


