Putra, Mahasiswa Muhammadiyah Juara Dunia Panjat Tebing Tampil di EISCC 2026
HUT ke-81 RI, Warga Surabaya Rayakan Kemerdekaan dengan Lomba hingga Ibadah
SURABAYA, JATIMKU.COM – Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di berbagai sudut Kota Surabaya, Jawa Timur. Perayaan tak hanya berlangsung di kampung dan sekolah, tetapi juga merambah pusat perbelanjaan hingga tempat ibadah.
Beragam cara dilakukan masyarakat untuk memaknai kemerdekaan. Ada yang mengajak anak mengenal kembali permainan tradisional, sementara lainnya mempertahankan tradisi peringatan kemerdekaan melalui ibadah dan kebersamaan.
Agustusan di Mal Jadi Momen Keluarga
Salah satu perayaan kemerdekaan digelar di Ciputra World Surabaya melalui event Merdeka Fest 2026 yang berlangsung 14-22 Agustus 2026.
Berbagai permainan khas 17 Agustus seperti gasing nusantara, kelereng juara, paku presisi, hingga kata-kata merdeka dihadirkan untuk mengajak pengunjung bernostalgia sekaligus mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak.
Naya, orang tua Bara dan Naura, sengaja mengajak kedua anaknya mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengetahui acara itu melalui media sosial pusat perbelanjaan tersebut.
"Karena dari kemarin mereka sudah ikut lomba 17-an, apalagi mereka ini anak rumahan, di kompleks tidak ada teman. Jadi ya sudah sekalian datang ke sini," katanya kepada Kompas.com.
Menurut Naya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk bermain sekaligus menghabiskan waktu bersama keluarga.
Ia juga terbiasa mengajak anak-anaknya beraktivitas di luar rumah.
"Apalagi dari kecil anak-anak ini sering saya ajak untuk main-main di luar. Kebetulan saya kan konten kreator jadi sering bikin konten di luar. Jadi sudah terbiasa di mana saja bisa main," ujarnya.
Menghidupkan Kembali Permainan Tradisional
Head of Promotion Ciputra World Surabaya, Stephana Fevriera, mengatakan permainan tradisional sengaja dihadirkan karena anak-anak saat ini semakin akrab dengan gadget.
"Kalau dulu kita waktu 17-an senang banget karena banyak permainan-permainan seperti ini, sedangkan anak sekarang kan mainnya gadget. Enggak ngerti mainan-mainan seperti ini, jadi kita bawa permainan tradisional ini di dalam mal dan hadiahnya juga menarik," tutur Stephana.
Permainan tersebut juga terbuka bagi berbagai kalangan usia. Orang tua maupun anak-anak dapat ikut bermain sembari menikmati suasana perayaan kemerdekaan.
Selain permainan tradisional, pengunjung juga dapat menikmati berbagai pilihan makanan yang tersedia di area mal.
Stephana menyebut, momentum libur panjang turut meningkatkan kunjungan masyarakat.
"Kebetulan long weekend jadi ada peningkatan sejak Jumat, bagus traffic-nya sampai Senin ini," katanya.
Merayakan Kemerdekaan dengan Ibadah
Cara berbeda dilakukan Stephanie Caroline Peilouw atau Oline dalam memperingati HUT ke-81 RI. Ia memilih mengikuti ibadah peringatan kemerdekaan yang rutin digelar di gerejanya.
Menurut Oline, setiap 17 Agustus biasanya terdapat rangkaian ibadah sekaligus perayaan HUT RI.
"Jadi biasanya ibadahnya dimulai dengan seremonial, mulai Indonesia Raya dan pembacaan teks Proklamasi, terus pembacaan Pancasila dan mengheningkan cipta, dan juga menyanyikan lagu Merdeka biasanya," ujarnya.
Setelah ibadah, kegiatan biasanya dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan berbagai perlombaan. Namun, tahun ini sejumlah kegiatan tersebut ditiadakan sementara karena gereja sedang menjalani renovasi.
Nuansa merah putih tetap terlihat dalam perayaan. Sejumlah jemaat mengenakan pakaian merah putih, sementara dekorasi bernuansa merah putih turut menghiasi gereja.
"Enggak ada dress code, tapi rata-rata pakai baju merah putih. Selain itu, di dalam gereja ada bendera-bendera yang model renda-renda gitu," kata Oline.
Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremonial
Di balik berbagai bentuk perayaan tersebut, masyarakat juga menyampaikan harapan bagi Indonesia di usia ke-81 tahun.
Naya berharap kemerdekaan tidak sekadar menjadi perayaan seremonial setiap 17 Agustus.
"Semoga semakin lekas sehat kembali dan definisi merdeka sesungguhnya ya bukan sekadar kata-kata formalitas," katanya.
Sementara itu, Oline berharap kondisi ekonomi Indonesia semakin baik dan setiap masyarakat memiliki ruang untuk berkembang serta hidup sejahtera.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
"Keberagaman Indonesia adalah kekayaan terbesar kita; selama kita saling menjaga dan menghormati, tantangan seberat apa pun pasti bisa kita lewati bersama. Karena kita satu darah, Indonesia," pungkasnya.
Dilansir dari Kompas.com.
