Putra, Mahasiswa Muhammadiyah Juara Dunia Panjat Tebing Tampil di EISCC 2026

Table of Contents

 



SURABAYA, JATIMKU.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Putra Tri Ramadani, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) yang berhasil mencetak sejarah di dunia panjat tebing.

Atlet yang akrab disapa Srondeng tersebut kini kembali berlaga di Tanah Air dengan mengikuti Eiger Independence Sport Climbing Competition (EISCC) ke-17 di Bandung, menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Putra menjadi perhatian setelah meraih medali emas World Climbing Series 2026 nomor lead putra di Praha, Ceko, pada Juni 2026.

Prestasi tersebut membuat Putra tercatat sebagai atlet Indonesia sekaligus atlet Asia Tenggara pertama yang meraih medali emas nomor lead dalam ajang tersebut.

Putra mengoleksi 43 poin dan mengungguli atlet Jepang Neo Suzuki yang meraih 39 poin. Posisi ketiga ditempati atlet Austria Jakob Schubert.

"Ini adalah final kedua saya dan emas pertama, tentu sangat bahagia karena rute di final sangat sulit, terutama di bagian atas sampai tangan saya pump (kelelahan mencengkeram)," kata Putra, dilansir dari Antara, Sabtu (15/8/2026).

Tak Ingin Cepat Puas

Meski telah mencatatkan prestasi bersejarah, Putra mengaku tidak ingin cepat berpuas diri.

Medali emas di Praha justru menjadi motivasi bagi mahasiswa semester empat Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMSurabaya tersebut untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengejar prestasi berikutnya.

Perjalanan Putra menuju panggung dunia juga tidak berlangsung instan. Ia sebelumnya telah menorehkan prestasi di berbagai kompetisi tingkat daerah dan nasional.

Pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2022 di Situbondo, Putra berhasil meraih medali emas. Prestasi tersebut membawanya masuk dalam program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jawa Timur.

Kemudian pada PON 2024, Putra memborong lima medali emas nomor lead, baik pada kategori perorangan maupun beregu.

Prestasi tersebut turut membuka jalannya untuk bergabung dengan pemusatan latihan nasional Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).

Sebelum meraih emas di Praha, Putra juga mengikuti tiga seri kejuaraan panjat tebing dunia. Dalam dua seri sebelumnya, ia sudah mampu menembus babak final.

Kembali Berlaga di Bandung

Dua bulan setelah meraih emas di Praha, Putra kembali menunjukkan kemampuannya dalam kompetisi di Indonesia.

Ia tampil pada nomor lead EISCC ke-17 yang berlangsung di Eiger Adventure Flagship Store, Jalan Sumatra, Kota Bandung.

Kompetisi tersebut diikuti lebih dari 200 peserta dari berbagai daerah, mulai dari atlet profesional hingga pegiat panjat tebing nonprofesional.

Sejumlah atlet nasional juga turut ambil bagian, di antaranya Raji'ah Sallsabillah, Rahmad Adi, Raharjati Nursamsa, Alma Ariella, dan Sukma Lintang.

Ketua Pelaksana EISCC 2026 Nara Witaraga mengatakan, perkembangan prestasi atlet Indonesia ikut mendorong semakin luasnya minat masyarakat terhadap olahraga panjat tebing.

Peserta EISCC tahun ini berasal dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas dan klub panjat, sekolah panjat, hingga mahasiswa pencinta alam.

"Semoga terselenggaranya EISCC tahun ini memberikan ruang yang baik dan positif bagi ekosistem panjat tebing Indonesia," kata Nara.

Bukti Panjat Tebing Indonesia Terus Berkembang

Prestasi Putra di nomor lead menjadi bagian dari perkembangan panjang olahraga panjat tebing Indonesia.

Sebelumnya, Indonesia juga mencatat sejarah di panggung Olimpiade Paris 2024 melalui Veddriq Leonardo yang mempersembahkan medali emas dari nomor speed putra.

Kini, prestasi di nomor lead mulai mendapat perhatian melalui capaian Putra Tri Ramadani di panggung dunia.

Bagi Putra, perjalanan dari kompetisi daerah, Puslatda, PON hingga kejuaraan dunia menjadi bukti bahwa prestasi membutuhkan proses panjang, latihan dan konsistensi.

Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Putra kembali tampil di Tanah Air dengan membawa pengalaman baru sebagai atlet yang telah mengibarkan Merah Putih di podium dunia.

Dilansir dari Kompas.com.