Luas Area Terdampak Kebakaran Bromo Bertambah 270 Hektare dalam Sehari
JATIMKU.COM – Dilansir dari Kompas.com dan Antara, luas kawasan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, terus bertambah. Hingga Minggu (9/8/2026), Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mencatat area terdampak kebakaran telah mencapai sekitar 520 hektare.
Angka tersebut meningkat sekitar 270 hektare dibandingkan data pada Sabtu (8/8/2026) yang berada di kisaran 250 hektare.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, angka 520 hektare merupakan luasan kawasan yang terdampak kebakaran.
"Tercatat hingga saat ini ada 520 hektare kawasan terdampak kebakaran," kata Rudijanta, Minggu, dilansir dari Antara.
Bukan Seluruhnya Lahan Terbakar
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak sebelumnya menyampaikan bahwa area terdampak kebakaran telah mencapai sekitar 500 hektare.
Namun, Emil menegaskan angka tersebut tidak berarti seluruh area seluas 500 hektare terbakar. Sebagian kawasan terdampak merupakan wilayah yang berada di sekitar titik api dan telah mendapatkan penanganan.
"Ini bukan luasan kebakaran saat ini, tapi luas yang terdampak kebakaran meningkat dari 250 hektare menjadi 500 hektare," kata Emil di Gunung Bromo, Minggu.
Petugas gabungan dari TNBTS, BPBD, TNI, dan Polri terus melakukan pemadaman serta pemantauan terhadap titik-titik api yang masih aktif maupun lokasi yang sebelumnya telah berhasil dipadamkan.
Angin Kencang Bikin Api Cepat Menjalar
Rudijanta menjelaskan, meluasnya area terdampak kebakaran terjadi setelah api kembali berkobar pada Sabtu (8/8/2026) malam.
Kebakaran tidak hanya terjadi di area tebing, tetapi juga menjalar ke kawasan savana Gunung Bromo.
Salah satu faktor yang mempercepat penyebaran api adalah hembusan angin kencang yang terjadi sejak Sabtu siang. Api kemudian bergerak dari bagian atas tebing menuju kawasan di bawahnya.
Vegetasi berupa rerumputan dan tanaman yang berada dalam kondisi kering membuat api lebih cepat merambat.
Api bahkan disebut berhasil menyeberangi Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) dan bergerak menuju kawasan savana.
"Termasuk dampak dari frost yang terjadi sehingga api meluas," ujar Rudijanta.
Dua Truk Pemadam dan Helikopter Water Bombing Ditambah
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menambah kekuatan untuk mempercepat proses pemadaman. Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran didatangkan dari Kabupaten Mojokerto dan Surabaya.
Dengan tambahan tersebut, total terdapat tujuh mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke kawasan TNBTS.
Namun, tidak seluruh titik api dapat dijangkau kendaraan pemadam karena kondisi medan yang ekstrem.
Emil mengatakan, mobil pemadam akan difokuskan pada lokasi yang masih memungkinkan dijangkau kendaraan.
"Kalau yang damkar akan bantu penyiraman di lereng-lereng yang bisa dijangkau, tapi kalau yang di penanjakan tidak bisa nanti akan dibantu drone dan helikopter," jelasnya.
Selain itu, satu unit helikopter water bombing kembali dikerahkan sehingga terdapat tiga helikopter yang membantu operasi pemadaman.
Ketiga helikopter tersebut direncanakan mengambil air dari Danau Ranupane dan Ranu Regulo. Targetnya dilakukan sekitar 30 kali water bombing, dengan kapasitas rata-rata sekitar 1.000 liter air dalam setiap penyiraman.
Bromo Ditutup Total untuk Wisata
Kebakaran yang meluas membuat kawasan wisata Gunung Bromo ditutup total untuk aktivitas wisata.
Penutupan dilakukan untuk mendukung proses pemadaman sekaligus memastikan keselamatan pengunjung dan petugas yang berada di kawasan konservasi.
Wisatawan yang telah membeli tiket sebelum penutupan dapat memilih opsi penjadwalan ulang kunjungan atau pengembalian biaya tiket sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, tim gabungan masih melakukan pemantauan dan pemadaman di sejumlah titik untuk mencegah api kembali meluas ke kawasan lainnya.
