Kesulitan Lahan, 8 Desa di Pamekasan Belum Punya Gerai KDMP
PAMEKASAN, JATIMKU.COM – Sebanyak delapan desa di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, hingga kini belum memiliki gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kendala utama pembangunan gerai tersebut adalah ketersediaan dan status lahan.
Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan, Baihaki, mengatakan dari total 189 desa, sebanyak 180 desa telah memiliki pembangunan gerai KDMP. Sementara satu kelurahan masih menunggu anggaran pembangunan dan delapan desa lainnya belum memiliki lahan.
"Delapan desa ini belum memiliki gerai KDMP. Kalau yang lain sudah ada yang selesai, ada juga yang masih proses," kata Baihaki, Jumat (14/8/2026).
Terkendala Luas dan Status Tanah
Baihaki menjelaskan, persoalan lahan yang dihadapi delapan desa tersebut cukup beragam. Beberapa desa memiliki tanah, tetapi luasnya belum memenuhi ketentuan. Ada pula desa yang terkendala status kepemilikan tanah.
Sesuai ketentuan yang disampaikan pemerintah daerah, lahan untuk pembangunan gerai KDMP harus memiliki luas minimal 600 hingga 1.000 meter persegi.
Karena itu, sejumlah lahan yang diajukan desa belum dapat digunakan karena luasnya tidak memenuhi persyaratan.
Selain luas, status kepemilikan tanah juga menjadi persyaratan penting. Lahan yang digunakan harus merupakan aset pemerintah, baik milik pemerintah desa, pemerintah kabupaten, maupun pemerintah provinsi.
"Itu pun harus lengkap administrasinya. Harus diajukan permohonan penggunaan lahan kepada pihak pemilik tanah," ujar Baihaki.
Pemkab Cari Solusi
Pemerintah Kabupaten Pamekasan masih berupaya mencari solusi agar seluruh desa dapat memiliki lokasi untuk pembangunan gerai KDMP tahun ini.
Menurut Baihaki, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat penyediaan lahan. Namun, apabila lahan yang diajukan ternyata terkendala aturan atau administrasi, desa harus kembali mencari dan mengajukan lahan lain.
Salah satu contoh adalah Kelurahan Jungcangcang yang sebelumnya juga mengalami kendala dalam penyediaan lahan. Saat ini, lahan telah tersedia dan proses pembangunan tinggal menunggu tahapan selanjutnya.
"Kelurahan Jungcangcang juga sempat kesulitan. Tanahnya baru ada, sekarang menunggu proses pembangunan dimulai," ungkapnya.
Pembangunan Didampingi TNI
Baihaki menyebut saat ini sudah banyak gerai KDMP yang selesai dibangun di wilayah Pamekasan. Namun, Diskop UKM dan Naker belum memiliki data terbaru mengenai jumlah gerai yang telah rampung 100 persen.
Dalam pembangunan tersebut, pihak TNI turut melakukan pendampingan.
"Semuanya TNI yang melakukan pendampingan pembangunan. Kami hanya berperan soal penyediaan lahan di semua desa," pungkas Baihaki.
Pemerintah daerah berharap persoalan lahan di delapan desa tersebut dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan gerai KDMP dapat berjalan dan seluruh desa di Pamekasan dapat memiliki fasilitas koperasi tersebut.
Dilansir dari Kompas.com.
