Keluarga Remaja yang Meninggal Usai Operasi di RSUD Pasuruan Laporkan Dugaan Kelalaian ke Polisi
JATIMKU.COM – Dilansir dari Kompas.com, keluarga DLW (18), remaja asal Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur, melaporkan pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan operasi korban ke Polres Pasuruan Kota, Selasa (4/8/2026).
Laporan tersebut diajukan setelah somasi yang sebelumnya dilayangkan kepada RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan terkait dugaan kelalaian pelayanan kesehatan disebut tidak mendapatkan jawaban secara tertulis.
Keluarga Minta Kepolisian Mengusut Dugaan Kelalaian
Orang tua korban, Januar Wahyudi, mengatakan keluarga berharap kepolisian dapat membantu mengungkap dugaan kurang optimalnya pelayanan kesehatan yang diduga berujung pada meninggalnya putra mereka.
"Kami meminta kepolisian membantu menyelesaikan dugaan kurangnya pelayanan kesehatan yang mengakibatkan anak kami meninggal," ujar Januar saat mendatangi Polres Pasuruan Kota.
Menurutnya, langkah hukum ditempuh setelah pihak rumah sakit belum memberikan jawaban resmi atas somasi yang telah dikirimkan keluarga.
Dalam somasi tersebut, keluarga juga meminta penjelasan mengenai kronologi penanganan medis serta salinan catatan medis korban.
"Untuk awal ini tujuan (ke Polres) kami agar ada jawaban resmi dari pihak rumah sakit. Setelah itu baru kami akan mengambil langkah," katanya.
Korban Meninggal Setelah Operasi Patah Tulang
DLW mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kota Pasuruan, pada Senin (6/7/2026).
Setelah dibawa ke RSUD dr. R. Soedarsono, korban didiagnosis mengalami patah tulang pada lengan kanan dan menjalani operasi pada Selasa (7/7/2026).
Dua hari setelah operasi, korban diperbolehkan pulang ke rumah. Namun, kondisi kesehatannya dilaporkan memburuk sehingga pada Kamis (9/7/2026) malam kembali dilarikan ke rumah sakit.
DLW kemudian menjalani perawatan intensif di ruang ICU hingga akhirnya meninggal dunia pada 14 Juli 2026.
Keluarga Soroti Proses Penanganan Medis
Setelah berkonsultasi dengan sejumlah ahli, keluarga menduga terdapat sejumlah kejanggalan dalam proses penanganan medis terhadap korban.
Salah satu yang dipersoalkan adalah proses penyampaian informed consent yang menurut pihak keluarga tidak dilakukan secara langsung oleh dokter.
Selain itu, keluarga juga mempertanyakan keputusan tenaga medis yang tetap melaksanakan operasi meski kadar gula darah korban disebut dalam kondisi tinggi.
Namun demikian, dugaan kelalaian maupun malapraktik tersebut masih merupakan klaim dari pihak keluarga dan belum terbukti. Dugaan tersebut masih akan melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan oleh aparat penegak hukum maupun pihak berwenang.
RSUD Masih Kumpulkan Data
Menanggapi somasi dan laporan keluarga korban, pihak RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan menyatakan masih melakukan pengumpulan data dan pembahasan internal.
"Mengenai hal tersebut (somasi) di atas kami dan tim sedang mengumpulkan data," ujar Adi Widianto melalui pesan singkat, Selasa (4/8/2026).
Hingga saat ini, proses penanganan laporan masih berlangsung di Polres Pasuruan Kota. Sementara itu, pihak rumah sakit belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai substansi dugaan yang disampaikan oleh keluarga korban.
