Kebakaran Bromo Padam, Tersisa Asap Tipis

Table of Contents

 



MALANG, JATIMKU.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akhirnya dinyatakan padam. Hingga Jumat (14/8/2026), tidak lagi ditemukan titik api di sejumlah lokasi yang sebelumnya terdampak kebakaran.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan titik api di Blok Seruni, Bukit Cinta, Bukit Kingkong hingga Pakis Bincil telah berhasil dipadamkan.

Meski demikian, petugas masih menemukan asap tipis di salah satu titik yang sebelumnya terbakar.

"Berdasarkan perkembangan terkini titik api sudah berhasil dipadamkan dan terpantau asap tipis," kata Sadono di Malang, Jumat.

Luas Terdampak Capai 1.120 Hektare

Berdasarkan asesmen sementara, luas kawasan TNBTS yang terdampak kebakaran mencapai 1.120,3 hektare.

Kebakaran tersebut sebelumnya melanda kawasan TNBTS sejak Senin (3/8/2026) dan sempat meluas ke sejumlah area.

Humas Satgas Karhutla TNBTS, Aan Jauhari, juga memastikan hasil pemantauan udara menunjukkan tidak ada lagi titik api.

"Alhamdulillah hasil pemantauan drone udara nihil (titik api)," kata Aan.

Meski api telah padam, operasi belum sepenuhnya dihentikan. Petugas masih akan melakukan patroli darat dan udara untuk memastikan tidak muncul titik api baru.

Selain pemantauan, petugas juga melakukan pembasahan di kawasan yang sebelumnya terbakar sebagai langkah antisipasi kebakaran kembali terjadi.

"Betul (operasi darat dan udara untuk pembasahan)," ujarnya.

Dua Helikopter Water Bombing Masih Disiagakan

Dalam proses penanganan karhutla Bromo, dua helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga dikerahkan.

Namun, hingga Jumat, belum ada kepastian apakah kedua helikopter tersebut tetap disiagakan di kawasan Bromo atau akan dialihkan untuk membantu penanganan karhutla di wilayah lain.

"Belum ada info (helikopter digeser)," pungkas Aan.

Dengan kondisi api yang telah padam, fokus penanganan kini beralih pada pemantauan dan pembasahan untuk mencegah munculnya kembali titik api, terutama di kawasan yang masih berpotensi menyimpan bara.

Dilansir dari Kompas.com.