Dua Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Ditemukan Tewas, Evakuasi Ditunda karena Cuaca Buruk

Table of Contents

 



JATIMKU.COMDilansir dari Kompas.com, Tim SAR Gabungan menyiapkan skenario khusus untuk mengevakuasi dua pendaki yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Gunung Piramid, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Proses evakuasi ditunda dan dijadwalkan dilanjutkan pada Rabu (5/8/2026) karena cuaca buruk, kabut tebal, serta medan ekstrem di jalur Punggung Naga.

Kedua korban diketahui bernama Maliya Finda (51), warga Surabaya, dan Erfan (35), pemandu lokal asal Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso.

Hilang Kontak Saat Pendakian Tektok

Maliya dan Erfan sebelumnya dilaporkan hilang kontak setelah melakukan pendakian dengan sistem tektok atau naik dan turun gunung dalam satu hari pada Minggu (2/8/2026).

Kecurigaan muncul ketika sepeda motor Yamaha NMAX berwarna merah bernomor polisi P 2938 ES yang dititipkan di rumah warga tidak kunjung diambil hingga Senin sore.

Tim SAR kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan kedua korban pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Ditemukan di Jurang Sedalam 60 Meter

Korban ditemukan di bawah kawasan Punggung Naga pada jurang dengan kedalaman sekitar 60 meter.

Keduanya ditemukan dalam kondisi tertelungkup dan tersangkut di ranting pohon dengan jarak sekitar lima meter antara satu korban dengan korban lainnya.

Selain mengevakuasi korban, petugas juga mengamankan sejumlah barang milik korban seperti tas, sepatu, dan perlengkapan pendakian.

Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo membenarkan penemuan kedua korban.

"Untuk dua orang yang dikabarkan hilang saat mendaki Gunung Piramid telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," ujar Aryo.

Evakuasi Ditunda Demi Keselamatan Tim

Menurut Aryo, tim SAR langsung melakukan penanganan awal di lokasi penemuan, termasuk membungkus jenazah dan mengamankan barang-barang korban.

"Kemudian kita lakukan pembungkusan korban. Barang-barang milik korban juga sudah kita amankan," katanya.

Proses pengemasan jenazah selesai sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, pengangkatan jenazah ke atas jurang tidak dapat dilakukan karena kondisi cuaca yang membahayakan keselamatan personel.

Sejumlah anggota tim SAR memutuskan bermalam di Gunung Piramid untuk mempersiapkan proses evakuasi keesokan harinya.

Tim Dibagi Menjadi Tiga Kelompok

Operational Support Commander (OSC) Basarnas Jember, Jefriyansah, mengatakan proses evakuasi akan dilakukan dengan membagi personel ke dalam tiga kelompok.

Dua tim difokuskan di kawasan Punggung Naga untuk mengangkat jenazah menggunakan teknik lifting dari dasar jurang.

"Target kita lakukan packing, alhamdulillah pada pukul 16.00 WIB target sudah terpacking. Skenario evakuasi korban besok akan diupayakan dengan melakukan lifting ke Punggung Naga. Selanjutnya akan dibawa turun secara estafet ke Pos 2, dan lanjut ke Pos 1," jelas Jefriyansah.

Jenazah Dibawa ke RS Bhayangkara

Setelah berhasil dievakuasi dari jalur pendakian, kedua jenazah direncanakan langsung dibawa menuju RS Bhayangkara untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh tim medis serta kepolisian.

Hingga berita ini ditulis, tim SAR gabungan masih bersiaga di kawasan Gunung Piramid dan menunggu kondisi cuaca membaik agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman. Medan terjal di kawasan Punggung Naga menjadi tantangan utama dalam upaya mengangkat kedua korban dari dasar jurang.