7 Hektar Lahan Terbakar di Madiun, Api Sempat Mendekati Permukiman Warga

Table of Contents

 



MADIUN, JATIMKU.COM – Kebakaran lahan melanda area milik warga di Desa Kuwu, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Rabu (12/8/2026). Api membakar sekitar 7 hektare lahan dan sempat merembet ke rumpun bambu yang berada tidak jauh dari permukiman warga.

Pj Kepala Desa Kuwu Fajar Lumaksono mengatakan, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sisa lahan tebu. Api kemudian dengan cepat menjalar karena kondisi lahan yang kering dan hembusan angin cukup kencang.

Dilansir dari Kompas.com, pembakaran lahan tersebut diduga dilakukan tanpa memperhitungkan arah angin.

“Orang yang membakar bekas lahan tebu tidak memperkirakan arah angin. Kondisi itu berakibat api merambat ke lahan kering hingga mencapai rumpun bambu yang tidak jauh dari permukiman warga,” ujar Fajar.

Kobaran api yang semakin membesar membuat warga bersama petugas desa tangguh bencana dan perangkat desa berupaya melakukan pemadaman secara mandiri.

Namun, kondisi angin yang cukup kencang membuat upaya pemadaman semakin sulit. Pemerintah desa kemudian meminta bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun.

“Angin yang cukup kencang menjadikan kobaran api membesar. Hal itu menjadikan pemadaman mandiri sulit dilakukan. Agar cepat padam apinya kami meminta bantuan Damkar dan BPBD,” jelas Fajar.

Api Berhasil Dipadamkan

Setelah menerima laporan, tim Damkar dan BPBD Kabupaten Madiun langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku selama beberapa jam.

Petugas tidak langsung meninggalkan lokasi setelah kobaran api berhasil dipadamkan. Pembasahan dilakukan di sejumlah titik yang berpotensi kembali terbakar, terutama di sekitar lahan kering dan rumpun bambu yang berada di belakang rumah warga.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api tersembunyi yang dapat memicu kebakaran susulan.

Fajar mengatakan, pemantauan bahkan terus dilakukan hingga sore hari.

“Kami hingga sore hari terus menyisir titik-titik yang berpotensi menimbulkan api. Kami sisir dari lahan sampai rumpun bambu yang berada di belakang permukiman warga,” katanya.

Warga Diminta Waspada

Kebakaran lahan tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat melakukan pembakaran sisa tanaman atau lahan pertanian, terutama ketika kondisi cuaca panas dan angin bertiup kencang.

Api yang awalnya berasal dari area terbatas dapat dengan cepat menyebar ke lahan kering maupun vegetasi di sekitarnya. Jika lokasi kebakaran berada dekat permukiman, kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan warga dan menyebabkan kerusakan bangunan.

Pemerintah desa bersama petugas terkait juga melakukan pemantauan untuk memastikan kawasan yang terdampak benar-benar aman setelah kebakaran.

Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan mempertimbangkan kondisi angin serta lingkungan sekitar. Pencegahan menjadi langkah penting untuk menghindari kebakaran meluas, terutama pada musim dengan kondisi lahan yang mudah terbakar.