172 Pendaki Dievakuasi dari Ranu Kumbolo akibat Kebakaran Gunung Semeru

Table of Contents

 



LUMAJANG, JATIMKU.COM – Sebanyak 172 pendaki dievakuasi dari Ranu Kumbolo, kawasan Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, setelah muncul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Blok Ranu Kembang yang berada di sekitar jalur pendakian.

Para pendaki sebelumnya berada di Ranu Kumbolo sejak Rabu (26/8/2026). Mereka kemudian dipandu turun menuju Ranupane pada Kamis (27/8/2026) pagi untuk mengantisipasi risiko akibat kebakaran.

Dilansir dari detikJatim, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan seluruh pendaki yang berada di Ranu Kumbolo dievakuasi meskipun lokasi tersebut cukup jauh dari titik kebakaran.

"Ada 172 orang (pendaki) sudah dipandu turun kembali ke Ranupane," kata Rudijanta, Kamis (27/8/2026) siang.

Proses evakuasi melibatkan petugas serta Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST). Sebagian besar pendaki telah tiba di Pos Ranupane.

Jalur Pendakian Semeru Ditutup Total

Evakuasi dilakukan setelah BB TNBTS menutup total jalur pendakian Gunung Semeru mulai Rabu (26/8/2026).

Penutupan dilakukan menyusul munculnya titik kebakaran di kawasan Blok Ranu Kembang. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjamin keselamatan pengunjung sekaligus memberikan ruang bagi petugas melakukan pengendalian dan pemadaman kebakaran.

"Penutupan dilakukan untuk mendukung kelancaran proses pengendalian, pemadaman kebakaran, serta evakuasi pengunjung yang masih berada di dalam kawasan, dengan mengutamakan keamanan dan keselamatan pengunjung," ujar Rudijanta dalam keterangan resminya.

Penutupan jalur pendakian berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Api Masih Dipadamkan di Pangonan Cilik

Sementara itu, proses pemadaman karhutla masih berlangsung pada Kamis sore. Pranata Humas BB TNBTS Endrip Wahyutama mengatakan fokus penanganan berada di Blok Pangonan Cilik, yang masih berada di sekitar titik awal kebakaran di kawasan Ranu Kembang.

"Proses pemadaman kebakaran masih terus berlangsung di Blok Pangonan Cilik," ujar Endrip.

Tim gabungan diterjunkan untuk memadamkan api sekaligus mencegah kobaran meluas. Mereka terdiri dari masyarakat peduli api, saver, PPGST, porter, BPBD Kabupaten Lumajang, serta TNI-Polri.

Selain melakukan pemadaman, petugas juga membuat sekat bakar untuk membatasi pergerakan api agar tidak menjalar ke kawasan hutan lainnya.

"Kondisi di lapangan cukup menantang karena angin dan medan yang curam," jelas Endrip.

Titik Api Terlihat dari Ranu Kumbolo

Kepala BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho mengatakan masih terdapat titik api di kawasan Ranu Kembar, yang berada di atas Ranu Kumbolo.

"Jadi titik api yang belum padam berada di kawasan Ranu Kembar yang berada di atas Ranu Kumbolo," kata Isnugroho.

BPBD Lumajang turut menerjunkan personel untuk membantu petugas TNBTS melakukan penyekatan agar api tidak semakin meluas.

Hingga Kamis, petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan penyekatan di sekitar lokasi kebakaran. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

BPBD Lumajang mengimbau masyarakat maupun calon pendaki untuk tidak mendekati lokasi kebakaran dan mematuhi penutupan jalur pendakian yang telah ditetapkan BB TNBTS.

"Iimbauan kami agar pendaki mematuhi aturan yang sudah dikeluarkan oleh TNBTS," pungkas Isnugroho.