Program Home Care Jember Dilirik Kemenkes, Berpeluang Jadi Percontohan Nasional pada 2028

Table of Contents

 



JATIMKU.COMDilansir dari Kompas.com, program Home Care yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Jember pada Jumat (24/7/2026) mendapat apresiasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Layanan kesehatan yang menghadirkan tenaga medis langsung ke rumah warga itu bahkan dinilai berpotensi menjadi model pelayanan kesehatan nasional.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengatakan Pemerintah Kabupaten Jember diminta mempresentasikan konsep Home Care di Kementerian Kesehatan sebagai bahan evaluasi dan pengembangan program serupa di daerah lain.

"Saya minta Pak Bupati (Muhammad Fawait) presentasi di Kementerian Kesehatan," kata Benjamin saat menghadiri peluncuran Home Care di Puskesmas Sumberbaru, Kabupaten Jember.

Berpeluang Menjadi Program Nasional

Benjamin menilai konsep Home Care yang dikembangkan Pemkab Jember merupakan inovasi pelayanan kesehatan yang belum banyak diterapkan di Indonesia.

Menurutnya, apabila pelaksanaan program dapat diukur dengan baik dan menunjukkan hasil positif, Home Care Jember berpotensi menjadi role model nasional.

"Kalau program ini terukur, kita buat role model tahun 2027, lalu kita laporkan kepada Presiden sehingga 2028 bisa menjadi program nasional," ujarnya.

Permudah Akses Layanan Kesehatan

Program Home Care dirancang untuk menjawab persoalan masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan, terutama pasien lanjut usia, penderita penyakit kronis, maupun warga yang tinggal jauh dari rumah sakit atau puskesmas.

Benjamin mencontohkan pasien stroke atau penderita penyakit kronis sering kali masih membutuhkan perawatan setelah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Dengan layanan Home Care, tenaga kesehatan dapat mendatangi rumah pasien untuk melakukan tindakan medis sederhana.

"Lebih bagus petugas puskesmas mendatangi pasien di rumahnya. Kalau perlu ganti selang, perawatan luka, atau pemberian obat bisa dilakukan di rumah tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk transportasi," katanya.

Ia juga menilai pembiayaan program tersebut sebaiknya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Berawal dari Evaluasi Pelayanan Kesehatan

Bupati Jember Muhammad Fawait menjelaskan, Home Care lahir dari evaluasi pemerintah daerah terhadap pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu.

Menurutnya, banyak warga yang kesulitan berobat karena terkendala biaya transportasi, sementara anggota keluarga lainnya tetap harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Alasannya karena berangkat butuh biaya, sementara keluarga yang ditinggalkan juga harus mencari nafkah," kata Fawait.

Kondisi tersebut mendorong Pemkab Jember menghadirkan layanan kesehatan yang mendatangi langsung rumah warga.

Prioritaskan Lima Kelompok Masyarakat

Pada tahap awal, program Home Care diprioritaskan bagi lima kelompok masyarakat, yaitu:

  • Lansia dengan penyakit kronis.

  • Ibu hamil berisiko tinggi.

  • Penyandang disabilitas dengan penyakit berkepanjangan.

  • Anak yang mengalami stunting.

  • Masyarakat kurang mampu yang menderita penyakit kronis.

Sekitar 1.200 tenaga kesehatan akan diterjunkan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan dasar, pemantauan kondisi pasien, tindakan keperawatan, edukasi kepada keluarga, hingga menentukan apakah pasien perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan.

Apabila diperlukan konsultasi dokter, pasien juga dapat terhubung melalui layanan telemedicine dengan dokter umum maupun dokter spesialis.

Didukung 50 Armada Home Care

Untuk menunjang operasional layanan, Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan 50 armada Home Care.

Fawait menjelaskan, pemerintah daerah hanya mampu membeli 10 kendaraan baru. Kekurangan armada kemudian dipenuhi dengan mengalihfungsikan kendaraan dinas milik sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

"Kami hanya mampu membeli 10 mobil baru. Ternyata masih kurang 40, akhirnya kami tarik mobil dinas OPD agar total menjadi 50 mobil Home Care," ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, Kabupaten Jember memiliki 415.353 penduduk lanjut usia atau sekitar 14,3 persen dari total penduduk, tertinggi di Jawa Timur. Selain itu, terdapat 216.760 penduduk miskin, termasuk sekitar 97.061 jiwa yang masuk kategori miskin ekstrem.

Dengan kondisi tersebut, Home Care diharapkan mampu memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang selama ini kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan. Apabila implementasinya berjalan efektif, program ini berpeluang menjadi contoh pelayanan kesehatan yang diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.