Janice Tjen Ukir Sejarah di Wimbledon 2026, Jadi Petenis Tunggal Putri Indonesia Pertama Sejak 2004

Table of Contents

 



Jatimku.com, London – Petenis muda Indonesia Janice Tjen menorehkan sejarah baru di ajang Wimbledon 2026. Penampilannya di turnamen Grand Slam paling bergengsi di dunia itu menjadi kebanggaan tersendiri setelah berhasil menembus babak utama nomor tunggal putri, sebuah pencapaian yang terakhir kali diraih petenis Indonesia lebih dari dua dekade lalu.

Dilansir dari Kompas.com, Janice menjadi petenis tunggal putri Indonesia pertama yang tampil di babak utama Wimbledon sejak Angelique Widjaja pada tahun 2004.

Debut Janice di lapangan rumput All England Lawn Tennis Club, London, berlangsung impresif. Pada babak pertama, ia sukses mengalahkan petenis Kanada Leylah Fernandez, hasil yang sekaligus membuka jalan menuju putaran kedua.

Perjalanan Janice di nomor tunggal kemudian terhenti setelah menghadapi unggulan dunia Daria Kasatkina. Meski gagal melaju lebih jauh, pencapaiannya tetap menjadi tonggak penting bagi perkembangan tenis Indonesia di level internasional.

Janice mengaku bangga dapat membawa nama Indonesia di panggung Wimbledon dan berterima kasih atas dukungan yang diberikan masyarakat selama turnamen berlangsung.

"Sangat, sangat spesial bisa bermain di Wimbledon untuk pertama kalinya, dan juga membawa nama Indonesia di Wimbledon kali ini," ujar Janice.

Tak hanya tampil di sektor tunggal, Janice juga berlaga di nomor ganda putri bersama petenis Indonesia Aldila Sutjiadi. Pasangan Merah Putih tersebut mampu menembus babak kedua setelah menunjukkan permainan yang solid.

Namun langkah mereka harus terhenti usai dikalahkan pasangan Elena-Gabriela Ruse dan Marta Kostyuk dalam pertandingan yang berlangsung ketat. Janice dan Aldila menyerah dengan skor 4-6, 6-7 (8-10) setelah pertarungan sengit yang ditentukan melalui tie-break.

Meski belum mampu melangkah lebih jauh, penampilan Janice Tjen di Wimbledon 2026 dinilai menjadi sinyal positif bagi kebangkitan tenis putri Indonesia di level dunia. Keberhasilannya menembus babak utama Grand Slam di usia muda diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi atlet berikutnya untuk berprestasi di kancah internasional.

Sumber: Dilansir dari Kompas.com.