Dana Pensiun PNS Malaysia Rp860 Miliar Terdampak Kasus eFishery, Anwar Ibrahim Ungkap Upaya Pemulihan

Table of Contents


JATIMKU.COMDilansir dari detikFinance, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa Kumpulan Wang Persaraan (KWAP) atau Dana Pensiun Malaysia menjadi salah satu pihak yang terdampak kasus dugaan penipuan investasi di startup perikanan asal Indonesia, eFishery.

Dalam jawaban tertulis kepada parlemen Malaysia, Anwar yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan menyebut KWAP telah menginvestasikan hampir RM200 juta atau sekitar Rp860 miliar ke perusahaan tersebut.

Investasi Dilakukan Setelah Melalui Proses Evaluasi

Anwar menjelaskan bahwa keputusan investasi tersebut telah melalui berbagai tahapan evaluasi dan tata kelola berdasarkan informasi yang tersedia saat itu.

Menurutnya, proses tersebut mencakup verifikasi laporan keuangan oleh auditor bersertifikat internasional. Selain itu, konsorsium investor, termasuk KWAP, juga melakukan uji tuntas (due diligence) secara independen untuk memastikan informasi yang diterima dinilai lengkap dan valid sebelum keputusan investasi diambil.

Diduga Terjadi Manipulasi Laporan Keuangan

Meski telah melalui proses evaluasi, Anwar menyebut investasi tersebut akhirnya terdampak dugaan penipuan yang dilakukan melalui manipulasi laporan keuangan oleh manajemen eFishery.

Ia menegaskan bahwa kasus tersebut merupakan penipuan yang telah direncanakan sehingga informasi yang menjadi dasar pengambilan keputusan investasi tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

Investor Global Juga Ikut Berinvestasi

Anwar mengatakan KWAP bukan satu-satunya investor yang menanamkan modal di eFishery. Sejumlah investor institusional internasional juga diketahui ikut berpartisipasi dalam pendanaan perusahaan tersebut.

Beberapa di antaranya adalah Temasek, SoftBank, 42XFund, dan Northstar.

Pada tahun 2023, eFishery dilaporkan memperoleh pendanaan Seri D senilai US$200 juta, dengan sekitar US$47,7 juta berasal dari investasi KWAP.

Pemerintah Malaysia Tempuh Jalur Hukum

Pernyataan Anwar disampaikan sebagai jawaban atas pertanyaan anggota parlemen Subang, Wong Chen, mengenai langkah pertanggungjawaban terhadap dewan direksi, panel investasi, dan manajemen senior KWAP terkait persetujuan serta pengawasan investasi tersebut.

Anwar menyatakan bahwa konsorsium investor, termasuk KWAP, telah memulai langkah hukum dan berbagai upaya untuk memulihkan dana yang diinvestasikan.

Selain itu, KWAP juga melakukan peninjauan menyeluruh terhadap proses evaluasi, persetujuan, dan pengawasan investasi. Hasil kajian tersebut akan disampaikan kepada dewan direksi KWAP sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan dalam memperkuat tata kelola investasi di masa mendatang.