Cerita Panji Menjadi Tema Baru RBI di GXNU Tiongkok
Table of Contents
Jatimku, Malang - Eksplorasi budaya berdasar pada ketaifan lokal Malang kembali hadir di Tiongkok. Kali ini, Universitas Brawijaya (UB) kembali meresmikan Rumah Budaya Indonesia (RBI) di Guangxi Normal University (GXNU), Guilin, Tiongkok, dengan tema baru yang mengangkat Cerita Panji pada Sabtu (23/5/2026). Peresmian tersebut menjadi bagian rangkaian Festival Budaya Indonesia yang digelar oleh GXNU dan UB sebagai babak baru kerja sama antara kedua institusi di bidang pendidikan, kebudayaan, penelitian, dan diplomasi antarbangsa.
Peresmian diawali dengan sambutan dari Wakil Rektor GXNU, Prof. Li Xianxian, dan Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UB, Dr. Yusri Fajar, S.S., M.A., mewakili Rektor UB. Selanjutnya kedua pimpinan secara simbolis membuka kain penutup plakat RBI yang menjadi penanda resmi berdirinya pusat kebudayaan Indonesia di lingkungan GXNU.
Peresmian ini menjadi simbol konkret hubungan erat yang telah dibangun antara UB dan GXNU selama beberapa tahun terakhir. RBI diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan mahasiswa, dosen, dan masyarakat internasional untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Indonesia.
Dalam sambutan yang disampaikan atas nama Rektor UB, disebutkan bahwa RBI merupakan simbol nyata dari kerja sama yang terus berkembang antara kedua universitas. Selain menjadi sarana promosi budaya, keberadaan RBI juga diharapkan mampu menjadi jembatan diplomasi budaya yang memperkuat pemahaman lintas negara serta memperluas kolaborasi akademik dan penelitian di masa mendatang.
Mengutip filsuf dan sastrawan Tiongkok, Lu Xun, Rektor UB menegaskan bahwa jalan kerja sama tidak tercipta dengan sendirinya, tetapi dibangun melalui langkah-langkah bersama yang dilakukan secara konsisten. Semangat itulah yang menjadi fondasi hubungan antara UB dan GXNU yang terus berkembang hingga saat ini.
Sementara itu, Prof. Li Xianxian menyampaikan bahwa GXNU selama ini berkomitmen pada pendidikan internasional yang terbuka, inklusif, dan saling menguntungkan. Ia menilai RBI merupakan tonggak penting dalam memperdalam kerja sama strategis antara GXNU dan UB.
“RBI bukan hanya ruang fisik yang menampilkan bahasa, seni, adat istiadat, dan tradisi Indonesia, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan hati dan emosi generasi muda kedua negara. Ke depan, RBI akan menjadi pusat berbagai kegiatan budaya, mulai dari pojok bahasa Indonesia, salon budaya, pameran seni, hingga pengalaman kuliner tradisional Indonesia,” jelasnya.
“Hubungan persahabatan antarnegara bergantung pada kedekatan masyarakatnya, dan kedekatan masyarakat lahir dari saling pengertian. Budaya berkembang melalui pertukaran, dan peradaban diperkaya melalui pembelajaran bersama,” ungkap Prof. Li Xianxian.
Pernyataan tersebut mencerminkan pentingnya diplomasi budaya dalam membangun hubungan internasional yang lebih kuat.
Peresmian RBI menjadi bagian dari kegiatan bertajuk “The Secret Paradise”, sebuah festival budaya Indonesia yang diselenggarakan GXNU dan UB.
Wakil Dekan Bidang Akademik FIB UB, Dr. Yusri Fajar, menilai peresmian RBI merupakan momen yang sangat penting dalam memperkuat hubungan antara Indonesia dan Tiongkok melalui jalur pendidikan dan budaya.
“Peresmian Rumah Budaya Indonesia sebagai implementasi kerja sama antara Universitas Brawijaya dan Guangxi Normal University berlangsung dalam suasana penuh persahabatan dan semarak. Para civitas akademika dari kedua universitas membaur dan menikmati seluruh rangkaian kegiatan budaya yang ditampilkan,” ujarnya.
Menurut Yusri, rangkaian kegiatan yang diselenggarakan sejak pagi hingga malam hari menunjukkan bahwa budaya memiliki kekuatan besar untuk mempererat hubungan antarmasyarakat dan antarbangsa. (sid/aw)