Nilai Tukar Rupiah Undervalued

Table of Contents
Jatimku, Malang - Gubernur Bank Indonesia Pery Warjiyo mengatakan bahwa nilai tukar rupiah saat ini mengalami undervalued dan dalam jangka panjang akan menguat kembali.

Hal tersebut disampaikan oleh Pery Warjiyo usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (5/6/2026).

"Nilai tukar rupiah saat ini undervalued karena fundamental ekonomi masih bagus, pertumbuhan ekonomi diatas 5 persen dan inflasi rendah," kata Pery.

Kepada wartawan Pery mengaku telah melaporkan berbagai hal terkini kepada Presiden serta membahas berbagai langkah dalam menjaga nilai tukar rupiah.

Pihaknya optimistis dalam jangka panjang rupiah akan menguat seiring dengan berjalannya berbagai program ekonomi yang akan mendorong pertumbuhan dan investasi ekonomi nasional.

Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua LPS Anggito Abimanyu, Gubernur Bank Indonesia Pery Warjiyo serta Ketua OJK Friderica Widyasari.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu ekonomi terkini usai pengumuman BPS yang menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih diatas 5 persen dengan inflasi yang terjaga. (sid/aw)