630 Domba Warnai Idul Adha di Ponpes Tahfidz Qur'an An Nurul Munzal Kota Malang dari Jamaah Singapura
Table of Contents
Jatimku-Malang, Suasana Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 H / 27 Mei 2026 di Ponpes An Nurul Munzal Kota Malang berlangsung penuh khidmat, semangat ukhuwah, sekaligus kebahagiaan yang terasa sejak pagi hari. Pondok pesantren ini dipercaya menjadi tuan rumah penyembelihan hewan qurban dari jamaah Singapura Majelis Taklim Syaikh Zaky bin Alwie.
Sebanyak 630 ekor domba qurban disembelih di lingkungan Ponpes An Nurul Munzal usai rangkaian acara ceremonial. Daging qurban tersebut nantinya akan disalurkan kepada berbagai pondok pesantren dan TPQ di wilayah Malang Raya, menjadi ikhtiar menghadirkan keberkahan sekaligus kebahagiaan Idul Adha bagi masyarakat luas.
Agenda dimulai sejak pukul 06.15 WIB dengan pelaksanaan Sholat Idul Adha di Masjid An Nurul Munzal yang berada di kawasan pondok pesantren. Bertindak sebagai khotib adalah Syaikh Zaky bin Alwie yang hadir bersama jamaah dari Singapura.
Usai pelaksanaan sholat Id, suasana hangat penuh kekeluargaan berlanjut dalam agenda ramah tamah dan makan pagi bersama antara jamaah Singapura, pengurus, dan keluarga besar Ponpes An Nurul Munzal. Kebersamaan lintas negara tersebut menghadirkan nuansa Idul Adha yang sarat persaudaraan, syukur, dan senyum kebahagiaan.
Tepat pukul 08.00 WIB, acara ceremonial resmi dimulai dengan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Kyai Ponpes An Nurul Munzal, K.H. Badrus Sabidil, anggota DPR RI Komisi IX Gamal Albinsaid, Camat Kedungkandang Drs. Fahmi Fauzan AZ, M.Si., Syaikh Zaky bin Alwie, serta jajaran pengurus Yayasan Ponpes An Nurul Munzal.
Rangkaian ceremonial diawali dengan doa yang dipimpin langsung oleh K.H. Badrus Sabidil, dilanjutkan sambutan dari Camat Kedungkandang yang mewakili Wakil Wali Kota Malang, kemudian ditutup oleh sambutan inspiratif dari dokter Gamal Albinsaid.
Dalam sambutannya, dokter Gamal menegaskan bahwa ibadah qurban bukan sekadar ritual spiritual, namun memiliki dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
“Ibadah qurban dapat menggerakkan ekonomi masyarakat, sekaligus membantu pemenuhan gizi masyarakat melalui konsumsi daging sehingga ikut mendukung upaya pencegahan stunting,” ungkapnya.
Tidak hanya menghadiri ceremonial, di sela kunjungannya dokter Gamal juga menyempatkan diri memberikan motivasi kepada para santri An Nurul Munzal. Dengan gaya komunikatif dan inspiratif, ia mengajak para santri untuk terus belajar, berkarya, dan menanamkan nilai kebermanfaatan dalam hidup.
Dokter Gamal menekankan pentingnya memiliki karya agar menjadi manusia yang mampu memberi manfaat bagi sesama.
“Teruslah belajar, teruslah berusaha. Apa yang dilakukan hari ini akan mengantarkan pada kesuksesan di masa depan,” pesannya kepada para santri.
Ia juga mengingatkan bahwa salah satu faktor penting yang mengiringi perjalanan keberhasilannya adalah berbakti kepada kedua orang tua.
Momentum Idul Adha di Ponpes An Nurul Munzal tahun ini tidak hanya menjadi agenda penyembelihan ratusan hewan qurban, namun juga menjadi panggung kolaborasi kebaikan, penguatan nilai kepedulian sosial, penguatan gizi masyarakat, serta penyemaian inspirasi bagi generasi muda.
Dari Malang untuk kebermanfaatan yang lebih luas, Ponpes An Nurul Munzal menghadirkan Idul Adha yang bukan hanya tentang menyembelih qurban, tetapi juga menebarkan harapan, inspirasi, dan kebahagiaan. (AW)