Riset Ungkap Sayur dan Buah Ini Mengandung Mikroplastik Tinggi

Table of Contents


JATIMKU - Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran sangat kecil yang bahkan tidak kasat mata kini tidak hanya ditemukan di laut atau udara, tetapi telah merambah ke dalam rantai makanan manusia. Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Research dan didukung oleh studi dari Universitas Catania mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai kontaminasi partikel plastik pada bahan pangan sehari-hari.

Hasil riset menunjukkan bahwa mikroplastik dapat masuk ke dalam tubuh manusia tanpa disadari melalui makanan yang tertelan. Bukan hanya pada daging dan produk olahan, kontaminasi ini juga ditemukan dalam jumlah tinggi pada sayuran dan buah-buahan yang sering dianggap sehat.

Jenis Buah dan Sayur dengan Kontaminasi Tertinggi

Berdasarkan data penelitian, beberapa jenis buah dan sayur tercatat memiliki tingkat kontaminasi partikel plastik di bawah 10 mikrometer yang cukup signifikan:

  • Apel: Tercatat mengandung kontaminasi paling tinggi di antara buah-buahan, dengan rata-rata sekitar 195.500 partikel plastik per gram.

  • Pir: Berada di posisi kedua dengan rata-rata sekitar 189.500 partikel plastik per gram.

  • Wortel: Menjadi sayuran dengan tingkat kontaminasi tertinggi, yakni lebih dari 100.000 partikel per gram. Menariknya, partikel plastik terkecil justru banyak ditemukan pada sayuran ini.

  • Brokoli dan Selada: Juga menunjukkan angka kontaminasi yang tinggi. Pada selada, peneliti bahkan mendeteksi potongan plastik dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan pada sayuran lainnya.

Bagaimana Mikroplastik Bisa Masuk ke Tanaman?

Temuan ini mematahkan anggapan bahwa mikroplastik hanya menempel di permukaan kulit buah atau sayur. Riset mengungkap bahwa partikel plastik, terutama yang berukuran nanoplastik, dapat menembus akar tanaman melalui tanah atau air yang telah tercemar.

Setelah diserap oleh akar, partikel-partikel ini kemudian didistribusikan ke seluruh bagian tanaman, termasuk batang, daun, hingga buahnya. Hal ini menjelaskan mengapa mencuci buah dan sayur saja terkadang tidak cukup untuk menghilangkan kontaminasi mikroplastik yang sudah masuk ke dalam jaringan tanaman.

Ancaman di Balik Piring Makan

Selain pada produk nabati, studi tersebut juga menguji berbagai sumber protein. Hasilnya, hampir 90 persen sampel protein yang diuji termasuk daging sapi, ayam, makanan laut, hingga nugget berbasis tanaman terbukti mengandung mikroplastik.

Temuan ini menjadi pengingat penting bagi kita semua akan dampak polusi lingkungan terhadap keamanan pangan. Meskipun sayur dan buah tetap menjadi komponen penting bagi kesehatan, paparan mikroplastik yang masif dalam kehidupan sehari-hari kini menjadi tantangan baru bagi dunia medis dan lingkungan untuk mencari solusi dalam menekan polusi plastik global.