Mengenal Hari Zeni: Sejarah, Peran, dan Tugasnya dalam Militer Indonesia
Jatimku.com - Setiap tanggal 15 April, Indonesia memperingati Hari Zeni. Meski namanya jarang terdengar di masyarakat, pasukan Zeni memiliki peran penting dalam mendukung operasi militer Angkatan Darat. Zeni adalah satuan militer yang bertugas memperkuat infrastruktur sendiri dan menghancurkan infrastruktur musuh, serta membantu kelancaran pergerakan pasukan.
Asal kata Zeni sendiri berasal dari bahasa Belanda, “Genie”, yang berarti pandai atau memiliki kecerdikan tinggi. Peran pasukan Zeni mencakup berbagai bidang, mulai dari pembangunan posisi pertempuran, benteng, jalan, hingga misi penghancuran. Kehadirannya membuat urusan militer lebih ringan dan mendukung kelangsungan hidup tentara di medan perang.
Sejarah Hari Zeni
Korps Zeni merupakan salah satu korps militer tertua di Indonesia, dibentuk pada 15 Oktober 1945. Awalnya, pasukan ini berada di bawah Koninklijk Nederlandsch Indische Leger (KNIL) pada masa Hindia Belanda. Setelah Indonesia merdeka, pemerintah membentuk Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) sebagai lembaga pendidikan resmi Zeni AD. Momen penting terjadi pada 15 April 1950, ketika terjadi serah terima dari Depot Genie Troepen KNIL kepada TNI AD. Peristiwa ini kemudian diperingati sebagai Hari Jadi Pusdikzi atau HUT Zeni, resmi diatur melalui Surat Keputusan Kasad No. 263/KSAD/KPTS/1954.
Tugas Pasukan Zeni
1. Mengatur pengadaan prasarana militer.
2. Membangun dan menghancurkan konstruksi militer di medan perang.
3. Menyediakan fasilitas hidup bagi tentara di lapangan.
4. Menjadi penjinak bom.
5. Melakukan penyelidikan dan misi penyamaran.
Meski jarang dikenal masyarakat luas, pasukan Zeni berperan strategis dalam mempertahankan pertahanan negara. Keahlian mereka dalam konstruksi, destruksi, dan bantuan tempur membuat Hari Zeni layak diperhitungkan sebagai bagian penting sejarah militer Indonesia.