Jaga Pendengaran Tetap Tajam, Ini Tips Aman Menggunakan Headset Sehari-hari
JATIMIKU - Penggunaan headset atau earphone sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup digital, baik untuk bekerja, belajar, maupun hiburan. Namun, paparan suara keras dalam durasi lama dapat merusak sel-sel rambut di telinga bagian dalam, yang jika dibiarkan bisa memicu gangguan pendengaran permanen.
Agar Anda tetap bisa menikmati audio dengan nyaman tanpa mengorbankan kesehatan telinga, berikut adalah beberapa tips praktis yang bisa diterapkan:
1. Terapkan Aturan 60/60
Ini adalah langkah pencegahan paling efektif yang disarankan oleh para ahli pendengaran. Caranya sederhana:
Volume: Jangan menyetel volume lebih dari 60% dari kapasitas maksimal perangkat Anda.
Durasi: Gunakan headset maksimal selama 60 menit dalam satu sesi. Setelah itu, lepaskan perangkat dan biarkan telinga beristirahat selama minimal 15–30 menit.
2. Pilih Headphone (Over-Ear) Dibanding Earbud
Secara medis, headphone tipe over-ear yang menutupi seluruh telinga lebih disarankan daripada earbud yang dimasukkan ke dalam lubang telinga. Earbud mengirimkan suara langsung ke dekat gendang telinga, yang meningkatkan risiko tekanan suara berlebih. Selain itu, headphone biasanya memiliki isolasi suara yang lebih baik sehingga Anda tidak perlu menaikkan volume terlalu tinggi.
3. Gunakan Fitur Noise-Cancelling
Sering kali kita menaikkan volume secara ekstrem saat berada di lingkungan bising seperti kereta atau kafe. Fitur noise-cancelling (peredam bising) membantu memblokir suara dari luar, sehingga Anda tetap bisa mendengar audio dengan jelas meskipun volume berada di level rendah yang aman.
4. Jaga Kebersihan Perangkat
Headset yang kotor dapat menjadi sarang bakteri dan memicu infeksi saluran telinga (otitis eksterna). Pastikan untuk membersihkan bagian ear pads atau karet earbud secara rutin menggunakan tisu alkohol atau kain lembut, terutama jika Anda sering berkeringat saat memakainya.
5. Hindari Penggunaan Saat Tidur
Mendengarkan musik atau podcast menggunakan headset hingga tertidur sangat tidak dianjurkan. Selain risiko tekanan fisik pada telinga saat posisi tidur berubah, saraf pendengaran Anda tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup untuk pulih setelah beraktivitas seharian.
6. Waspadai Gejala Awal Gangguan
Segera kurangi penggunaan jika Anda mulai merasakan tanda-tanda seperti telinga berdenging (tinnitus), suara terdengar teredam, atau rasa penuh di dalam telinga. Melakukan pemeriksaan rutin ke dokter THT juga sangat disarankan bagi pengguna aktif perangkat audio.