Istana Ikan Balearjosari "IIB" Melahirkan Yayasan IIA

Table of Contents
Logo Yayasan Istana Ikan Amanah (IIA) Filantropi 

Jatimku.com-Malang, Kamis 12 Maret 2026, POKDAKAN Istana Ikan Balearjosari "IIB" yang diketuai oleh Agus Wahyudi "AW". IIB lahir 2019 dan sudah berbadan hukum "NOMOR AHU-0001993.AH.01.07 TAHUN 2020" berlokasi di Perum. Istana Karang Asem, Balearjosari, Blimbing, Kota Malang. Sebagai wujud pengembangan usaha, IIB membentuk yayasan. 
Bukti pendaftaran Yayasan Istana Ikan Amanah "IIA" Filantropi melalui website AHU 

Pada 11/03/2026, nama yayasan telah didaftarkan secara online melalui website AHU dengan nama Istana Ikan Amanah "IIA" dan Alhamdulilah muncul notifikasi "Untuk diperhatikan! Tidak terdapat kemiripan ISTANA IKAN AMANAH dengan nama yang ada pada database AHU".
Agus IIA bersama notaris dermawan "Diana Istislam"

Legalitas Yayasan Istana Ikan Amanah "IIA" dibantu oleh "Notaris Diana Istislam, S.h.,M.kn" yang berkantor di Jl. Kaliurang No.37A, Lowokwaru, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65111. Semua yang berhubungan dengan pendirian Yayasan Istana Ikan Amanah bersifat free "gratis" itu adalah sedekah dari saya. Silahkan Istana Ikan Amanah bergerak sembari menunggu legalitas yayasan kelar, tutur Diana.
Program IIA: sedekah jariyah sumur bor "air bersih"

Paradigma Yayasan Istana Ikan Amanah-IIA "Memberi Kail, Bukan Ikan" dalam komunitas filantropi Indonesia, terdapat filosofi untuk memberikan pemberdayaan (kail) daripada sekadar bantuan langsung (ikan) untuk menciptakan kemandirian. Insya Allah IIA akan istiqomah ke program yang bersifat produktif, misal wakaf produktif di bidang ketahanan pangan "pertanian, perikanan, dan peternakan" tegas ketua Yayasan IIA, Agus.
Program IIA "wakaf produktif peternakan domba"

Teknis kerja Yayasan IIA nantinya bersinergi dengan pemerintah, swasta, media, akademisi, dan komunitas. Program IIA akan fokus pada ZISWAF produktif seperti program wakaf domba yang sudah release dan ada 26 ekor domba. Wakaf akan dikelola secara modern, transparan, dan produktif untuk menyelesaikan masalah sosial. Jangan biarkan pahalamu "MANGKRAK". Jadikan wakafmu abadi dan terus mengalirkan manfaat, tutur Agus.