ISMI Malang Raya Gelar “UMKM Go Digital”, Dorong Kemandirian Ekonomi di Bulan Ramadhan
Table of Contents
Malang, 1 Maret 2026 – Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Malang Raya menggelar kegiatan bertajuk UMKM Go Digital: Ngabuburit & Ikhtiar Ramadhan Menuju Ekonomi Mandiri di Pendopo Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Ahad (1/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan kapasitas pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan transformasi digital sekaligus memanfaatkan potensi ekonomi Ramadhan.
Acara dibuka dengan suasana hangat dan penuh antusiasme para pelaku usaha lokal Karangploso yang hadir sejak pukul 15.00 WIB. Forum ini dirancang tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan konsolidasi ekonomi umat.
Sambutan pertama disampaikan oleh perwakilan UMKM Karangploso, Agung Rino.
Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Menurutnya, banyak UMKM yang memiliki produk berkualitas, namun belum optimal dalam pemasaran digital dan manajemen usaha berbasis teknologi. Ia berharap melalui forum ini, para pelaku UMKM semakin percaya diri masuk ke ekosistem digital.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Camat Karangploso, Marendra Hengki Irawan, S.STP, M.AP. Ia mengapresiasi inisiatif ISMI Malang Raya yang menghadirkan program penguatan UMKM langsung di tingkat kecamatan. Pemerintah kecamatan, tegasnya, siap mendukung setiap gerakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis kemandirian dan kolaborasi. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan organisasi kemasyarakatan dalam membangun ekonomi lokal yang tangguh.
Memasuki sesi utama, tiga narasumber memberikan pemaparan strategis dari perspektif yang saling melengkapi.
Ketua ISMI Malang Raya, Dr. Puguh Wiji Pamungkas, menegaskan bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional. Dalam paparannya, ia mendorong pelaku usaha untuk naik kelas melalui penguatan branding, tata kelola keuangan yang sehat, serta pemanfaatan platform digital sebagai instrumen ekspansi pasar. Ia juga menekankan bahwa Ramadhan merupakan momentum peningkatan konsumsi masyarakat yang harus direspons dengan kesiapan produksi dan distribusi yang terencana.
Selanjutnya, Ruwiyanto memaparkan pentingnya literasi digital dan manajemen usaha modern. Ia menjelaskan strategi sederhana namun aplikatif, mulai dari optimalisasi media sosial, pemanfaatan marketplace, hingga pencatatan keuangan berbasis digital. Menurutnya, keberhasilan UMKM di era saat ini sangat ditentukan oleh kemampuan adaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen yang semakin terdigitalisasi.
Sementara itu, Budi Setiawan menyoroti peluang industri halal sebagai sektor yang terus bertumbuh. Ia mendorong pelaku UMKM untuk memperhatikan aspek legalitas, sertifikasi halal, serta standarisasi produk guna meningkatkan daya saing. Dengan penguatan sektor halal, UMKM Karangploso dinilai memiliki peluang besar untuk memperluas pasar hingga skala nasional bahkan internasional.
Menjelang waktu berbuka, kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh H. Mulyani. Seluruh peserta larut dalam suasana khidmat sebelum akhirnya berbuka puasa bersama, mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat jejaring antar pelaku UMKM.
Melalui kegiatan ini, ISMI Malang Raya menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi digital UMKM sebagai jalan menuju ekonomi mandiri. Sinergi antara organisasi, pemerintah, dan pelaku usaha diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat Karangploso, khususnya di momentum penuh berkah bulan Ramadhan.