Operator SPBU akui terima ancaman pembunuhan oleh aparat di Jaktim
JATIMKU - Seorang operator SPBU di Jakarta Timur mengaku telah menerima ancaman pembunuhan oleh oknum aparat. Pernyataan ini disampaikan saat kasus dugaan penganiayaan di SPBU tersebut sedang ditangani dan ditindaklanjuti oleh pihak berwajib.
Operator yang menjadi saksi dalam kasus ini menyebutkan bahwa sebelum kejadian utama, ia pernah mendapatkan percakapan ancaman dari oknum aparat yang memancing suasana tegang. Ancaman itu diduga menjadi bagian dari konteks kejadian yang kemudian viral di media sosial.
Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terhadap kejadian tersebut, termasuk mengklarifikasi keterangan dari operator SPBU. Aparat penegak hukum menegaskan bahwa semua pihak yang terlibat dalam ancaman maupun tindakan kekerasan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan oknum beratribut, sehingga proses hukum dan klarifikasi menjadi sorotan penting agar tidak menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.