Kepala YDSF Cabang Malang Upgrade Amil dan Relawan PPPA Daarul Qur’an Malang, Bahas Fundraising Ramadhan Lewat Analogi Memasak Nasi Goreng Spesial”*

Table of Contents

 


Malang, 7 Februari 2026 


Menyambut bulan suci Ramadhan, Laznas PPPA Daarul Qur’an Malang terus menguatkan kapasitas sumber daya manusia sebagai garda terdepan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah. 


Salah satunya melalui kegiatan upgrade amil dan volunteer fundraising Ramadhan yang dikemas dengan pendekatan unik, ringan, namun sarat makna.


Bertempat di kantor PPPA Daarul Qur'an Malang kegiatan upgrade diikuti oleh 11 peserta, terdiri dari amil PPPA Daarul Qur’an Malang dan volunteer Ramadhan ini menghadirkan M. Fandi Bakhtiar selaku Kepala YDSF Cabang Malang sebagai pemateri.


Dalam sesi tersebut, fundraising Ramadhan dibedah dengan analogi yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, yakni memasak nasi goreng spesial.


Alih-alih menyampaikan teori fundraising secara kaku, materi disampaikan secara interaktif dan membumi. Peserta diajak memahami bahwa keberhasilan fundraising tidak hanya ditentukan oleh target angka, tetapi oleh ilmu, kesiapan, cara berkomunikasi, dan kebersihan niat—sebagaimana memasak nasi goreng yang lezat tidak cukup hanya dengan nasi, tetapi juga membutuhkan bumbu, teknik memasak, dan dapur yang bersih.


“Semua orang bisa masak nasi goreng, tapi rasanya bisa sangat berbeda. Begitu juga fundraising. 


Programnya bisa sama, momentumnya sama, tapi hasilnya berbeda karena cara dan mindset orang yang menjalankannya,” ungkap Fandi dalam pemaparannya.


Dalam analogi tersebut, peserta diajak memahami beberapa poin utama. Pertama, tahu ilmunya, yaitu memahami mindset fundraising sebagai amanah dan pelayanan, bukan sekadar aktivitas meminta. Kedua, menyiapkan bahan, berupa program yang jelas, data donatur, serta cerita yang jujur dan menyentuh. Ketiga, cara memasak, yakni keterampilan berkomunikasi, membangun kedekatan, dan menyampaikan ajakan dengan bermartabat. Keempat, cara menghidangkan, yaitu menciptakan pengalaman donatur yang hangat dan penuh penghargaan. Terakhir, membersihkan hambatan, seperti rasa takut ditolak, minder, dan keraguan diri.


Suasana pelatihan berlangsung hidup. Peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif di ajak praktek secara langsung, berbagi pengalaman lapangan, hingga melakukan refleksi tentang tantangan fundraising yang sering dihadapi, khususnya di bulan Ramadhan yang penuh peluang sekaligus tantangan.


Kepala Cabang PPPA Daarul Qur’an Malang, M. Taufik Ilham Fauzi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas ilmu yang telah dibagikan kepada tim. Ia berharap, materi yang diperoleh tidak berhenti pada pemahaman, tetapi benar-benar diterapkan dalam kerja nyata di lapangan.


“Kami sangat berterima kasih atas sharing ilmu yang diberikan. Semoga apa yang didapat hari ini bisa menjadi bekal bagi tim PPPA Daarul Qur’an Malang untuk lebih percaya diri, lebih rapi dalam strategi, dan lebih ikhlas dalam menjalankan amanah penghimpunan selama Ramadhan,” ujarnya.


Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar PPPA Daarul Qur’an Malang dalam memastikan bahwa setiap amil dan volunteer tidak hanya bekerja dengan semangat, tetapi juga dengan ilmu dan kesadaran nilai. Dengan pendekatan yang sederhana namun bermakna, fundraising tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai proses menyampaikan kebaikan dengan cara yang tepat.


Melalui penguatan kapasitas ini, PPPA Daarul Qur’an Malang optimistis mampu menghadirkan fundraising Ramadhan yang lebih berdampak, profesional, dan penuh keberkahan—sebagaimana nasi goreng spesial yang dimasak dengan ilmu, ketulusan, dan cara yang benar, akan selalu dirindukan oleh penikmatnya.