HARI PERTAMA CCG SULAWESI SELATAN: Penyambutan Heroik dan Energi Awal Kebangkitan di Makassar

Table of Contents


 JATIMKU - Makassar, 4 Februari 2026, Rangkaian kegiatan City to City Grounded (CCG) Sulawesi Selatan resmi dimulai dengan suasana penuh semangat dan kekeluargaan. Kedatangan Coach Dr. Fahmi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada pukul 18.00 WITA disambut hangat oleh para G-Coach Sulawesi.

Prosesi penyambutan berlangsung istimewa. Coach Fahmi dikenakan passapu topi kebesaran khas Bugis-Makassar sebagai simbol penghormatan dan penerimaan adat. Sementara itu, istri beliau, Bunda Datik, serta Dr. Asriana turut disambut dengan penuh kehangatan. Momen tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kuat bahwa gerakan Indonesia Berdaya telah berakar dan diterima dengan penuh cinta di Tanah Bugis.

Koordinasi kedatangan dilakukan secara profesional oleh Coach H. Muliyadi, Owner Adam Tour, yang menyiapkan pengawalan dan fasilitas transportasi bagi rombongan tujuh kendaraan menuju Makassar. Sejak awal, aura kebersamaan terasa begitu kuat. Energi heroisme yang menjadi ciri Makassar seolah langsung menyatu dengan semangat gerakan yang dibawa Coach Fahmi.

Agenda malam pertama dilanjutkan dengan jamuan makan malam di Sambal Rica, usaha milik Ketua Panitia CCG, Coach Erick. Di tempat inilah kehangatan mulai mengalir. Sajian khas Sulawesi dipadukan dengan canda ringan antar G-Coach. Es Teler BMWe milik Coach Jumardi Daeng Bate menjadi bagian dari momen tak terlupakan, bahkan ketika salah satu G-Coach dengan penuh perjuangan menghabiskannya dalam kondisi membeku.

Namun, puncak makna hari pertama justru terjadi di Houssi Café, saat sesi makan durian Palopo digelar. Di balik suasana santai menikmati durian, Coach Fahmi menyampaikan wejangan yang menggugah kesadaran tentang lima hal mendasar dalam kehidupan: waktu, uang, bisnis, aset, dan dampak

Beliau mengingatkan bahwa waktu adalah aset paling mahal yang tidak bisa dibeli kembali. Uang hanyalah alat, bukan tujuan. Bisnis harus menjadi kendaraan pencipta nilai. Aset harus dibangun untuk keberlanjutan. Dan dampak adalah ukuran sejati keberhasilan seorang pemimpin.

“Makassar adalah sumber energi bagi kekuatan umat dan bangsa untuk bangkit dan berdaya,” ujar Coach Fahmi dengan penuh keyakinan.

Wejangan tersebut menyadarkan para G-Coach bahwa perjalanan empat hari ini bukan sekadar kunjungan kota ke kota, melainkan konsolidasi visi untuk Indonesia Timur yang lebih kuat.

Menjelang pukul 23.30 WITA, rombongan menuju Hotel Four Points dan Mercure untuk beristirahat. Kamar di Hotel Four Points disediakan oleh Founder Sekolah Al-Biruni Mandiri, Coach H. Arafah, sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan ini. Kebersamaan malam itu menjadi fondasi kuat untuk agenda besar keesokan harinya.