HARI KEDUA CCG SULAWESI SELATAN: Ekspansi Bisnis, Transformasi Pendidikan, dan Pelantikan Gemantara Indonesia Timur

Table of Contents

Maros – Pangkep – Makassar, 5 Februari 2026, Hari kedua rangkaian City to City Grounded (CCG) Sulawesi Selatan menjadi momentum penting konsolidasi bisnis, pendidikan, dan kepemimpinan Indonesia Timur. Sejak pagi, rombongan G-Coach bersama Coach Dr. Fahmi bergerak menuju Kabupaten Maros untuk kunjungan usaha strategis.

Destinasi pertama adalah Zazil Bakery Maros, sebuah pabrik roti berskala besar yang proses produksinya jarang dibuka untuk umum. Coach Mukhlas selaku koordinator membuka akses eksklusif agar peserta CCG dapat melihat langsung bagaimana sistem produksi massal dijalankan secara terstruktur. Para peserta menyaksikan bagaimana standardisasi, manajemen kualitas, serta pengendalian distribusi menjadi kunci pertumbuhan usaha.

Di lokasi ini, Coach Fahmi menekankan bahwa ekspansi bisnis tidak hanya soal keberanian membuka cabang, tetapi tentang membangun sistem yang bisa direplikasi. Ia mengingatkan bahwa bisnis yang bertahan lama selalu dibangun di atas fondasi operasional yang disiplin dan kepemimpinan yang konsisten.

“Skala besar bukan soal ukuran pabrik, tetapi soal kedewasaan sistem,” tegasnya.

Perjalanan berlanjut menuju wilayah Minasatene, Pangkep, untuk mengunjungi Digiss (Digital Boarding School) yang dikelola Coach Yusuf Sirajuddin dan istrinya, Bu Ayu. Sekolah ini menghadirkan konsep pendidikan modern yang mengintegrasikan marketplace, Roblox, dan teknologi VR dalam kurikulumnya. Para santri tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktikkan kewirausahaan digital sejak usia muda.

Di hadapan para santri dan peserta CCG, Coach Fahmi berbicara tentang masa depan generasi Indonesia Timur. Ia menekankan pentingnya membangun mentalitas kreator, bukan sekadar konsumen teknologi. Kehadiran Digiss menjadi contoh nyata bahwa pendidikan dan bisnis bisa berjalan beriringan.

Kegiatan di Digiss berlangsung hingga siang hari dan diakhiri dengan diskusi interaktif. Energi optimisme terlihat jelas di wajah para peserta yang menyaksikan langsung lahirnya model pendidikan berbasis teknologi di Sulawesi Selatan.

Sore hari, rombongan kembali ke Makassar untuk agenda di Houssi Café. Dua ekor kambing guling disajikan sebagai bentuk kebersamaan dan syukuran atas perjalanan hari kedua. Dalam suasana hangat tersebut, momentum besar terjadi.

Coach Dr. Fahmi secara resmi melantik Ketua Gerakan Gemilangkan Nusantara (Gemantara) Indonesia Timur kepada Coach Heri Ariyadi dan Ketua AGCI Indonesia Timur kepada Coach Rasman Lahe. Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan deklarasi penguatan jaringan Indonesia Berdaya di wilayah Timur.

Para G-Coach memberikan pelukan dan ucapan selamat kepada kedua pemimpin baru tersebut. Atmosfer penuh haru menyelimuti ruangan. Coach Fahmi menegaskan bahwa kepemimpinan adalah amanah untuk menggerakkan, bukan sekadar memimpin.

“Jaringan akan kuat jika visinya sama dan langkahnya selaras,” ujarnya.

Selepas pelantikan, rombongan melaksanakan sholat Maghrib berjamaah. Spirit spiritualitas menyatu dengan semangat bisnis, menjadi ciri khas gerakan Grounded.

Malam harinya, pertemuan dilanjutkan dengan komunitas HIPMI Syariah Sulawesi Selatan. Sesi diskusi kebangsaan dan bisnis berlangsung dinamis. Coach Fahmi berbagi perspektif tentang pentingnya integrasi nilai spiritual dalam pertumbuhan ekonomi. Pertemuan ini memperluas jejaring dan membuka kolaborasi lintas organisasi.