PFI Chapter Surabaya Diresmikan, Perkuat Kolaborasi Filantropi Lintas Sektor di Jawa Timur.
SURABAYA, JATIMKU.COM – Pembentukan Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) Chapter Surabaya menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem filantropi di Jawa Timur. Setelah sebelumnya sukses membentuk chapter pertama di Makassar, kehadiran Chapter Surabaya diharapkan mampu memperluas sinergi antara lembaga filantropi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat sipil.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Dedik Irianto, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Surabaya menyambut positif pembentukan PFI Chapter Surabaya sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, kompleksitas persoalan perkotaan tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan kemampuan fiskal pemerintah.
“Persoalan sosial di kota sangat beragam. Komitmen Pak Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terhadap kesejahteraan warga sangat kuat. Namun, jika semua persoalan harus ditopang APBD, tentu ada keterbatasan. Di sinilah peran filantropi menjadi sangat penting,” ujar Dedik.
Ia menjelaskan, isu-isu seperti kemiskinan, stunting, kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, hingga pemberdayaan kelompok rentan membutuhkan pendekatan kolaboratif lintas sektor. Lembaga filantropi dinilai memiliki pengalaman, kapasitas, serta jejaring yang dapat memperkuat intervensi pemerintah.
“Filantropi bergerak di banyak sektor, mulai sosial, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, hingga lingkungan. Jika dikoordinasikan dengan baik, kolaborasi ini akan menjadi kekuatan besar dalam mempercepat penyelesaian persoalan kota,” jelasnya.
Dedik menambahkan, Surabaya memiliki iklim yang kondusif bagi tumbuhnya kolaborasi filantropi. Dengan hadirnya PFI Chapter Surabaya, ia berharap komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dan lembaga filantropi dapat berjalan lebih terstruktur dan tepat sasaran.
Sementara itu, Sekretaris Badan PFI sekaligus CEO Rumah Zakat, Irvan Nugraha, menjelaskan bahwa PFI hadir sebagai wadah utama gerakan filantropi yang inklusif dan berkelanjutan. Saat ini, anggota PFI telah mendekati 300 organisasi yang tersebar di berbagai daerah, termasuk Jawa Timur.
“Banyaknya anggota PFI di Jawa Timur menjadi salah satu alasan utama dibentuknya PFI Chapter Surabaya,” ungkap Irvan.
Ia menegaskan bahwa praktik filantropi di Indonesia memiliki karakter kuat yang berakar pada budaya gotong royong. Nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem filantropi yang berkelanjutan.
“Budaya itu seperti software, sedangkan ekosistem adalah hardware-nya. Keduanya harus dikembangkan secara seimbang agar filantropi memberi dampak nyata,” ujarnya.
Koordinator PFI Chapter Surabaya, Kholaf Hibatulloh, menuturkan bahwa meski bernama Chapter Surabaya, lingkup kerja PFI Chapter ini mencakup seluruh wilayah Jawa Timur. Surabaya dipilih sebagai pusat koordinasi karena posisinya sebagai ibu kota provinsi.
“Jumlah penduduk Jawa Timur besar, sehingga tantangan sosial juga berskala besar. Kondisi ini membutuhkan kolaborasi yang kuat, terorganisasi, dan berkelanjutan,” kata Kholaf.
PFI Chapter Surabaya terbuka bagi seluruh elemen filantropi, mulai dari perusahaan, komunitas, NGO, lembaga zakat, hingga lembaga kemanusiaan. Ke depan, PFI Chapter Surabaya diharapkan menjadi rumah bersama untuk memperkuat kolaborasi dan memastikan setiap gerakan filantropi memberi manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Timur.