Kebakaran Pabrik Sandal Swallow di Medan Belum Padam Lebih dari 13 Jam
JATIMKU.COM, MEDAN – Kebakaran hebat melanda pabrik sandal Swallow milik PT Garuda Mas Perkasa yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan. Hingga Rabu (28/1/2026) pagi, api dilaporkan masih belum berhasil dipadamkan meski telah berkobar lebih dari 13 jam sejak kejadian.
Kebakaran diketahui terjadi sejak Selasa malam (27/1/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Api dengan cepat membesar dan melahap sebagian besar area pabrik, sehingga menyulitkan petugas pemadam kebakaran dalam proses pemadaman.
Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Tohap Sibuea, membenarkan bahwa hingga pagi hari petugas masih berjibaku di lokasi kejadian. Ia menyampaikan bahwa proses pemadaman masih berlangsung dan kerugian akibat kebakaran belum dapat dipastikan.
“Kerugian material belum bisa kami perkirakan. Sampai saat ini proses pemadaman masih terus berlangsung,” ujar Tohap.
Menurutnya, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Bidang Laboratorium Forensik (Bid Labfor) Polda Sumatera Utara untuk mengungkap asal mula api.
“Asal api masih kami selidiki. Kami bekerja sama dengan Bid Labfor Polda Sumut untuk memastikan penyebab kebakaran,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang warga sekitar, Zulfikar, mengungkapkan bahwa kobaran api terlihat sangat besar sejak awal kejadian. Ia mengatakan, puluhan unit mobil pemadam kebakaran telah dikerahkan dan bolak-balik mengambil air untuk memadamkan api.
“Sudah tidak terhitung lagi mobil pemadam yang datang. Kurang lebih puluhan kali bolak-balik ambil air, tapi apinya memang besar sekali,” ungkapnya.
Besarnya api dan luas area pabrik diduga menjadi faktor utama lambatnya proses pemadaman. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Aparat gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman sekaligus pengamanan di sekitar lokasi kejadian.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk menjauhi area kebakaran demi keselamatan, serta menunggu hasil resmi penyelidikan terkait penyebab kebakaran yang menghanguskan salah satu pabrik sandal terbesar di Kota Medan tersebut.